GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pelanggaran jam operasional kendaraan berat di Kota Balikpapan semakin meresahkan warga. Truk besar yang melintas pada jam sibuk sering kali menyebabkan kemacetan parah, terutama di jalan-jalan utama seperti Jalan Martadinata yang sudah dikenal sebagai titik rawan macet. Warga setempat mengeluhkan keberadaan truk-truk besar yang melanggar aturan dan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.
Anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi, menanggapi keluhan warga terkait pelanggaran jam operasional tersebut. Ia mengatakan banyak warga yang merasa terganggu karena jalan-jalan utama seringkali dipenuhi kendaraan berat pada jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari.
“Warga sering menyampaikan keluhan kepada kami soal kemacetan yang semakin parah akibat truk-truk besar yang melanggar aturan jam operasional. Kondisi ini sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas warga,” ujar Iwan, Jumat (31/1/2025).
Sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 60 Tahun 2016, truk besar dilarang melintas di jalan utama pada jam sibuk, yakni pukul 06.30–09.00 Wita dan 15.00–18.00 Wita. Namun, meskipun aturan ini sudah jelas, truk-truk besar sering kali tetap beroperasi tanpa ada tindakan tegas dari pihak terkait.
Iwan menegaskan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP. Dia mengusulkan agar kedua instansi ini lebih proaktif dalam menegakkan peraturan dan bekerja sama dengan masyarakat untuk memantau pelanggaran.
“Kami perlu tindakan konkret. Jika pelanggaran terus terjadi tanpa sanksi yang tegas, masalah kemacetan ini akan terus berlanjut,” tegas Iwan.
Selain itu, Iwan juga mendorong Dishub untuk lebih aktif mengedukasi pengusaha transportasi mengenai pentingnya disiplin terhadap jam operasional. Hal ini, menurutnya, akan berdampak pada kelancaran lalu lintas dan kenyamanan warga.
“Pengusaha transportasi harus paham bahwa kepatuhan terhadap aturan ini penting, bukan hanya untuk kenyamanan pengendara, tapi juga untuk mengurangi dampak negatif pada lalu lintas,” ujar Iwan.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran bersama, Iwan berharap kondisi lalu lintas di Balikpapan dapat lebih tertib dan aman bagi seluruh pengguna jalan. (Adv/DPRD/BPP)












