Pelayanan HIV di Puskesmas Karang Jati Makin Dipercaya Pasien Karena Lengkap dan Ramah Privasi

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Di sebuah sudut Kelurahan Karang Jati, sebuah ruang pelayanan kesehatan bekerja senyap namun konsisten. Puskesmas Karang Jati kini menjadi tempat yang diandalkan banyak pasien HIV untuk mendapatkan layanan lengkap, nyaman, dan tanpa stigma. Di sini, pasien tidak perlu berpindah-pindah fasilitas kesehatan karena seluruh proses—dari skrining, pemeriksaan, hingga terapi—diselesaikan dalam satu atap.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraini MARS, menyebut layanan ini dirancang agar pasien dapat mengakses pengobatan secara tuntas tanpa harus menuju rumah sakit.

“Pemeriksaan HIV lengkap bisa dilakukan langsung di puskesmas, dan terapinya pun tuntas kami kerjakan di sini. Pasien tidak perlu dirujuk ke mana-mana,” tuturnya, Selasa (25/11/2025). 

Puskesmas ini memiliki tim HIV terlatih, mulai dari dokter, perawat, bidan pemegang program, hingga apoteker yang memastikan obat antiretroviral selalu tersedia. Saat ini, sekitar 60 pasien HIV rutin berobat. Sebagian berasal dari Karang Jati, namun cukup banyak yang datang dari kelurahan lain.

Alasannya sederhana: kenyamanan dan privasi.

“Pasien HIV biasanya ingin suasana yang lebih tenang dan tidak terlalu ramai. Di sini mereka merasa lebih nyaman,” kata dr. Niken. Ia menambahkan bahwa layanan HIV tidak dibatasi wilayah administrasi. “Pasien boleh berobat di mana pun selama mereka nyaman dan mau dipantau minum obat setiap hari.”

Dalam menjalankan layanan, tim HIV Puskesmas Karang Jati juga aktif mengingatkan pasien yang terlambat mengambil obat. Upaya sederhana seperti telepon atau pesan singkat diyakini membantu pasien tetap konsisten menjalani terapi.

“Kami inginkan kondisi mereka stabil, tidak sampai muncul komplikasi. Dengan obat yang diminum rutin setiap hari, mereka bisa bekerja dan hidup seperti biasanya,” lanjutnya.

Di ruang kecil puskesmas itu, para tenaga kesehatan bekerja dengan pola yang lebih empatik, memastikan pasien tidak hanya sekadar menerima obat, tetapi juga merasa aman, diterima, dan dihargai. Pendekatan ini yang membuat banyak pasien bertahan dan mempercayakan kesehatannya kepada Puskesmas Karang Jati. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *