GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir yang meresahkan masyarakat Kota Balikpapan menjadi sorotan dalam aksi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Balikpapan yang berlangsung di Pemkot Balikpapan, Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa turut menyoroti persoalan pasokan listrik yang berulang kali mengalami gangguan. Pemerintah Kota Balikpapan kemudian memfasilitasi audiensi antara mahasiswa dan pihak PLN untuk membahas persoalan tersebut.
Manager PLN ULP Balikpapan Selatan, Langgeng Asmara, mengatakan dalam audiensi sebelumnya, General Manager (GM) PLN telah menyampaikan komitmen untuk mengakhiri pemadaman listrik pada akhir 2026.
“Memang sempat audiensi dengan Pak GM PLN. Beliau menyampaikan komitmennya, di akhir tahun kita tidak ada pemadaman lagi,” kata Langgeng saat audiensi bersama mahasiswa di Pemkot Balikpapan.
Langgeng menjelaskan, gangguan pasokan listrik sebelumnya dipengaruhi sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan.
Ia menyebut pembangkit di Asam-Asam, Senipah, dan Kutai Kartanegara sempat mengalami gangguan. Meski kondisinya mulai berangsur normal, kemampuan operasional pembangkit tersebut belum sepenuhnya kembali maksimal.
“Jadi pembangkit-pembangkit yang gangguan itu ada di Asam-Asam, ada di Senipah, dan kemudian ada juga di Kukar. Kondisinya sekarang sudah mulai normal, sudah mulai masuk lagi, tetapi belum maksimal,” ujarnya.
Menurut Langgeng, pemulihan pembangkit masih berlangsung secara bertahap. Ia mengibaratkan kemampuan pembangkit yang seharusnya mencapai 100 persen saat ini belum sepenuhnya kembali ke kapasitas tersebut.
Selain itu, terdapat pembangkit swasta di Bontang yang menjalani pemeliharaan dengan kapasitas 100 megawatt (MW). Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi dalam menjaga ketersediaan pasokan listrik.
Langgeng mengatakan PLN terus melakukan antisipasi terhadap potensi gangguan yang dapat berdampak pada pasokan listrik kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA dan sederajat. Menurutnya, kebutuhan listrik untuk kegiatan tersebut menjadi salah satu prioritas yang harus diperhatikan. (/*)













