GARVI.ID, BALIKPAPAN — Pemangkasan anggaran transfer dari pemerintah pusat hingga mencapai 70 persen tidak mengubah komitmen Pemerintah Kota Balikpapan dalam membangun fasilitas kesehatan baru. Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur dan Rumah Sakit Balikpapan Barat tetap menjadi prioritas yang tidak boleh ditunda.
“BPJS gratis, puskesmas, dan rumah sakit tetap jalan. Pemangkasan tidak boleh mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat,” tegas Yono, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, pembangunan RS Balikpapan Timur sangat penting karena wilayah tersebut membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Ia menambahkan, keterlambatan dalam akses layanan kesehatan selama ini berpotensi memperburuk kondisi pasien darurat.
“Jangan sampai warga dari timur harus ke kota hanya untuk layanan darurat. Ini yang ingin kita cegah,” jelasnya.
Yono menyampaikan bahwa target operasional RS Balikpapan Timur berada pada rentang tahun 2028–2029. Groundbreaking direncanakan dimulai pada 2026 setelah penganggaran tahap pertama disiapkan.
Sementara itu, pembangunan RS Balikpapan Barat juga berjalan meski menghadapi persoalan terkait lahan yang menghambat progres. Ia memastikan bahwa hambatan teknis tersebut tidak akan mengubah fokus utama pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan di seluruh wilayah kota.
Yono ikut menyoroti keberadaan RSUD Kanujoso Djatiwibowo sebagai rumah sakit rujukan provinsi yang sudah lengkap, namun hal itu tidak menjadi alasan bagi Balikpapan untuk berhenti memperkuat fasilitas lokal.
“Kanujoso lengkap, tapi pelayanan di dekat rumah warga tetap lebih penting. Kita ingin seluruh Balikpapan ter-cover,” ujarnya.
DPRD, menurut Yono, akan terus mengawal pembangunan tersebut agar tidak terhambat oleh kondisi fiskal yang ketat. “Insyaallah pembangunan rumah sakit tidak akan terganggu meski anggaran dipangkas. Kita tetap dorong sampai selesai,” katanya. (Adv/DPRD/Bpp)
