Pemicu Aksi Balasan ABG di Balikpapan Terungkap, Berawal dari Konflik Lama

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Babak baru pertikaian antar remaja yang sempat viral di media sosial mulai terkuak. Salah satu pihak yang terlibat mengungkap bahwa aksi serangan balasan yang terjadi di kawasan Balikpapan Selatan pada Sabtu (11/4/2026) dipicu oleh konflik yang telah terjadi dua hari sebelumnya.

SR (18), salah satu pihak yang terlibat, menjelaskan bahwa insiden bermula saat dirinya diajak seorang teman untuk berkumpul di kamar kos miliknya di kawasan Ringroad, Balikpapan Selatan. Pertemuan itu awalnya bertujuan untuk sekadar minum.

“Mereka mau minum di kos-kosan saya. Kebetulan mereka minum sama teman saya,” ujar SR, Selasa (14/4/2026).

Namun, situasi berubah ketika SR mendapati empat orang yang datang ke kos tersebut merupakan pihak yang pernah terlibat dalam insiden pengeroyokan terhadap dirinya pada tahun sebelumnya. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jembatan Manggar saat bulan puasa 2025.

“Awal mula masalahnya, karena saya dan teman saya di kroyok di Jembatan Manggar. Gak ada masalah, lagi duduk-duduk di jembatan,” ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut, SR menyebut dua rekannya mengalami luka cukup parah, sementara dirinya dan dua orang lainnya hanya mengalami luka lebam. Rasa tidak terima atas kejadian itu disebut masih membekas hingga akhirnya memicu aksi balasan.

SR mengakui bahwa dirinya bersama satu rekannya kemudian melakukan pemukulan terhadap empat orang yang ditemuinya di kos tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi itu tidak dilakukan secara berkelompok.

“Enggak ada pengeroyokan di situ, saya cuma berdua saja,” katanya.

Insiden tersebut kemudian memicu rangkaian aksi lanjutan. Dua hari setelah kejadian di kos, terjadi serangan balasan di kawasan Balikpapan Selatan yang sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial.

SR mengungkap bahwa dalam aksi balasan tersebut, terdapat korban yang diduga salah sasaran. Korban yang diketahui berinisial EL disebut tidak memiliki keterkaitan dengan konflik yang terjadi sebelumnya.

“EL ini gak tahu apa-apa, salah sasaran mereka,” tegas SR.

SR manmbahkan, bahwa salah satu rekannya yang mengalami luka cukup parah dalam insiden setahun lalu sempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. (/ba) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *