GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali membuka Program Beasiswa Stimulan Pendidikan Tinggi Tahun 2026 sebagai upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa asal Balikpapan.
Sosialisasi program tersebut digelar secara daring dan diikuti calon peserta dari berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar daerah. Tahun ini, Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar yang akan disalurkan kepada 142 penerima sesuai jenjang pendidikan masing-masing.
Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbang Kesra) Setda Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, mengatakan program beasiswa menjadi salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pemerintah Kota Balikpapan terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui sektor pendidikan. Kami memandang beasiswa bukan sekadar bantuan biaya kuliah, tetapi investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan,” ujar Yusri saat membuka sosialisasi, Selasa (21/7/2026).
Ia juga mengingatkan seluruh calon peserta agar memperhatikan setiap persyaratan administrasi sebelum mengirimkan dokumen pendaftaran. Menurutnya, banyak peserta gagal lolos verifikasi akibat kesalahan teknis yang sebenarnya dapat dihindari.
“Pastikan seluruh dokumen telah sesuai dengan ketentuan. Apabila masih ada hal yang belum dipahami, manfaatkan forum sosialisasi untuk bertanya sehingga proses pendaftaran dapat berjalan tanpa kendala,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Balikpapan, Muhammad Arif Fadilah, menjelaskan kuota penerima beasiswa tahun ini mencapai 142 mahasiswa dengan total anggaran Rp1 miliar.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mendorong mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus menjadi investasi daerah dalam mencetak generasi yang berkualitas.
“Kami berharap beasiswa ini mampu meringankan beban biaya pendidikan sekaligus melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Arif.
Besaran bantuan disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Mahasiswa Diploma III menerima Rp5 juta per orang, Diploma IV dan Strata I memperoleh Rp7 juta, Strata II sebesar Rp9 juta, sedangkan Strata III mendapatkan Rp10 juta. Khusus mahasiswa Program Studi Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi jenjang S1 diberikan bantuan sebesar Rp9 juta per mahasiswa.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi beasiswa.balikpapan.go.id mulai 7 Juli hingga 28 Agustus 2026.
Pranata Komputer Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Balikpapan, Lili Herawati, menjelaskan seluruh peserta diwajibkan membuat akun baru karena sistem pendaftaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Akun yang digunakan pada pendaftaran tahun 2025 sudah tidak dapat dipakai kembali. Seluruh calon pendaftar wajib melakukan registrasi akun baru sebelum mengajukan permohonan beasiswa,” jelas Lili.
Adapun persyaratan utama bagi calon penerima di antaranya merupakan warga Kota Balikpapan yang dibuktikan dengan KTP Balikpapan, berstatus mahasiswa aktif sesuai batas semester yang ditentukan, memiliki Indeks Prestasi Semester (IPS) sesuai ketentuan, berasal dari program studi dengan akreditasi minimal B, Baik Sekali, atau Unggul, serta tidak sedang menerima bantuan beasiswa lain yang bersumber dari APBD maupun APBN.
Untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada peserta, Pemkot Balikpapan juga menerapkan dua tahap verifikasi administrasi. Melalui mekanisme tersebut, peserta masih dapat melengkapi atau memperbaiki dokumen apabila ditemukan kekurangan pada pemeriksaan awal sebelum hasil akhir ditetapkan. (Adv/Diskominfo/Bpp)







