Pemkot Balikpapan Terapkan Manajemen Talenta, Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Resmi Dilantik

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai menerapkan sistem Manajemen Talenta dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Penerapan sistem tersebut ditandai dengan pelantikan tiga pejabat eselon II yang dipimpin langsung Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, di Balai Kota Balikpapan, Jumat (24/7/2026) malam.

Penerapan Manajemen Talenta menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan memperkuat sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN). Melalui mekanisme tersebut, pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki setiap ASN.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa mutasi jabatan tidak dimaknai sebagai perpindahan posisi semata. Menurutnya, rotasi merupakan proses pengembangan kapasitas aparatur agar memiliki pengalaman yang lebih luas sebelum menduduki jabatan strategis.

“Rotasi jabatan bukan hanya soal bergeser dari satu posisi ke posisi lain, tetapi menjadi kesempatan bagi ASN untuk memperkaya pengalaman, memahami karakter organisasi, serta meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan,” kata Rahmad.

Ia menilai pengalaman bekerja di berbagai perangkat daerah akan membentuk aparatur yang lebih matang dan mampu menghadapi tantangan birokrasi yang terus berkembang.

Rahmad juga berharap penerapan Manajemen Talenta mampu menghadirkan birokrasi yang semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap jabatan harus diisi oleh aparatur yang memiliki kapasitas dan kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Selain itu, ia mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar segera menyesuaikan diri dengan tugas barunya. Percepatan pelaksanaan program kerja, penguatan layanan publik berbasis digital, hingga peningkatan kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah menjadi perhatian yang harus segera diwujudkan.

“Manajemen Talenta merupakan komitmen pemerintah untuk membangun birokrasi yang profesional dan berbasis kinerja. Saya berharap implementasinya benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial,” tegasnya.

Penerapan sistem tersebut sekaligus menjadi langkah Pemkot Balikpapan dalam menyesuaikan pengelolaan sumber daya manusia aparatur dengan kebijakan nasional. Melalui sistem merit yang semakin kuat, pemerintah daerah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Adv/Diskominfo/Bpp)