Penanganan Kemiskinan Ekstrem di PPU Berhasil Pangkas Jumlah Miskin hingga 79 Jiwa

GARVI.ID, PPU – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Nicko Herlambang, mengungkapkan capaian kinerja Penjabat (Pj) Bupati PPU dalam sepuluh bulan terakhir menunjukkan hasil signifikan, terutama dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), jumlah penduduk miskin ekstrem di PPU pada 2022 tercatat sebanyak 1.801 jiwa.

“Melalui verifikasi dan validasi (verval) pada November 2023, jumlah tersebut berhasil dipangkas menjadi 762 jiwa. Angka ini kembali turun menjadi 424 jiwa pada Februari 2024, dan hingga Maret 2024 hanya tersisa 79 jiwa,” ungkap Nicko pada Senin (2/9). “Ini merupakan pencapaian luar biasa dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di PPU,” tambahnya.

Menurut Nicko, keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen kuat serta strategi komprehensif yang diterapkan Pj Bupati PPU. Dengan memanfaatkan berbagai sumber daya dan melibatkan pemangku kepentingan, percepatan pengentasan kemiskinan dapat dicapai.

“Sebagai bukti keseriusan, alokasi anggaran untuk penanganan kemiskinan pada 2024 juga jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya. Dalam APBD Perubahan 2023, anggaran yang dialokasikan untuk penanggulangan kemiskinan sebesar Rp 55,69 miliar, sedangkan pada 2024 meningkat menjadi Rp 100,19 miliar. Sementara, dalam APBD 2023 dianggarkan Rp 46,31 miliar dan naik menjadi Rp 79,46 miliar di tahun 2024.

Nicko menjelaskan, ada tiga strategi utama dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem yang diimplementasikan melalui sinergi program antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pertama, Pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat melalui program bantuan sosial, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga miskin ekstrem, subsidi BPJS, serta bantuan beras dan pangan.

Kedua, Peningkatan Pendapatan Masyarakat, dengan memberikan bantuan peralatan dan modal usaha bagi warga kurang mampu, serta pelatihan untuk pemberdayaan UMKM.

Ketiga, Meminimalkan Kantong Kemiskinan, melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, dan penyediaan jamban sehat.

“Dengan strategi-strategi ini, kami yakin PPU dapat terus menekan angka kemiskinan ekstrem hingga benar-benar nol,” tutup Nicko. (Adv/PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *