GARVI.ID, PPU – Permintaan perumahan, khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), terus meningkat di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Banyak pengembang aktif mengajukan izin untuk membangun perumahan di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) PPU, Riviana Noor, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyederhanakan proses perizinan untuk perumahan MBR melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2020. “Salah satu syarat penting adalah penyediaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) minimal 40 persen dari luas lahan yang diajukan,” ujarnya, Kamis (19/9/2024).
Saat ini, Disperkimtan juga fokus pada peningkatan PSU di sejumlah perumahan MBR. Peningkatan ini mencakup pembangunan jalan, Penerangan Jalan Umum (PJU), drainase, penyediaan air bersih, sanitasi, dan ruang terbuka hijau (RTH). “Kami bertujuan agar masyarakat memiliki akses terhadap perumahan yang sehat dan layak huni,” tambah Riviana.
Dia mencatat bahwa lebih dari 20 pengembang dari berbagai kecamatan telah menyerahkan lahan PSU kepada pemerintah, memungkinkan peningkatan infrastruktur di setiap perumahan. Namun, Riviana memperingatkan bahwa masih ada beberapa pengembang yang belum memenuhi kewajiban PSU, terutama untuk proyek yang lebih tua. “Kami tidak bisa melanjutkan peningkatan PSU sampai mereka memenuhi syarat 40 persen,” katanya.
Riviana juga mencatat bahwa ada pengembang yang tidak memenuhi ketentuan PSU. “Beberapa proyek, seperti BTN, tidak lagi memiliki pengembang yang bertanggung jawab,” ujarnya. Dalam situasi ini, Pemkab PPU akan menerapkan kebijakan khusus untuk perumahan yang ditinggalkan oleh pengembangnya, berdasarkan bukti fisik yang ada. Disperkimtan berencana melakukan pendataan PSU untuk memberikan bantuan yang diperlukan.
Riviana menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan fasilitas jalan, drainase, dan PJU dengan menggunakan anggaran dari APBD Murni 2024. “Tahun ini, kami menargetkan sekitar 10 proyek peningkatan PSU, khususnya untuk jalan dan drainase. Dalam APBD Perubahan 2024, kami juga merencanakan pemeliharaan PJU di sekitar 1.700 titik,” tutupnya. (Adv/PPU)








