GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Jati tengah mengoptimalkan posyandu agar layanan kesehatan lebih terpadu, mencakup bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia. Langkah ini diambil untuk menjawab keterbatasan kader dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Posyandu harus terintegrasi. Saat ini beberapa posyandu masih belum lengkap, dan jumlah kader pun terbatas, idealnya lima orang, tapi beberapa lokasi hanya satu atau dua kader,” kata dr. Niken Dayu Anggraini, Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, Senin (24/11/2025).
Rencana ke depan, Puskesmas akan membuat jadwal tim keliling untuk melayani posyandu di berbagai lokasi secara bergiliran. “Misalnya, minggu pertama ke Posyandu A, minggu berikutnya ke Posyandu B. Dengan begitu, pemeriksaan balita, lansia, dan screening penyakit tidak menular bisa dilakukan lebih optimal,” jelas dr. Niken.
Puskesmas juga meminta dukungan tokoh masyarakat dan RT untuk memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan. Warga yang batuk lama atau menunjukkan gejala penyakit menular diimbau segera ke puskesmas untuk pemeriksaan gratis.
“Deteksi dini sangat penting. Kami tidak bisa mengetahui semua warga yang sakit, RT dan tetangga tentu lebih paham. Anjurkan saja mereka ke puskesmas untuk diperiksa, gratis,” kata dr. Niken.
Dengan posyandu terpadu dan dukungan masyarakat, Puskesmas Karang Jati berharap pelayanan kesehatan dapat berjalan maksimal dan semua warga mendapatkan akses layanan dari bayi hingga lansia. (Adv/Puskesmas/Bpp)







