GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Jati menghadirkan program Gratis Pol untuk membantu warga Kalimantan Timur mendapatkan layanan kesehatan, khususnya bagi mereka yang belum terdaftar atau kepesertaannya BPJS tidak aktif. Program ini mencakup rawat jalan, konsultasi, tindakan medis, dan pemeriksaan laboratorium.
Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraini MARS, menjelaskan, “Program Gratis Pol berlaku untuk semua penduduk Kalimantan Timur. Syaratnya cukup membawa KK, KTP, atau KIA. Bagi warga yang belum terdaftar atau kepesertaannya tidak aktif, layanan bisa didapatkan tanpa biaya tambahan,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).
Program ini memberikan kemudahan, khususnya bagi mereka yang sebelumnya terdaftar BPJS melalui perusahaan tetapi kepesertaannya sudah tidak aktif. Prosedur pendaftaran cukup mudah, dan Puskesmas Karang Jati membantu masyarakat agar dapat segera mengakses layanan.
“Kalau BPJS masih aktif, tidak perlu mendaftar. Tapi bagi yang tidak aktif atau belum pernah punya BPJS, bisa didaftarkan melalui program Gratis Pol. Program ini sangat membantu warga kami,” kata dr. Niken.
Peserta program Gratis Pol diwajibkan mengikuti ketentuan tertentu, seperti bersedia tidak naik kelas saat berobat dan tidak pindah kepesertaan mandiri selama 12 bulan. Hal ini memastikan keberlangsungan layanan dan penggunaan anggaran yang tepat.
Layanan Puskesmas Karang Jati yang bisa diakses melalui program ini meliputi rawat jalan, pemeriksaan laboratorium, tindakan medis sederhana hingga berat, persalinan fisiologis, serta layanan konsultasi gizi dan sanitasi. Beberapa tarif normal antara lain pemeriksaan laboratorium HBsAg Strip Rp75.000, HIV rapid test Rp85.000, dan tindakan ringan Rp48.000–229.000.
“Kami ingin semua warga kami terlayani dengan baik. Program Gratis Pol adalah kesempatan yang tepat untuk memastikan warga memiliki akses layanan kesehatan, apalagi ada kuota yang terbatas. Jadi mumpung tersedia, segera daftarkan diri atau keluarga,” imbuh dr. Niken.
Program ini menjadi solusi pemerintah daerah untuk memastikan warga tetap sehat dan terlindungi, terutama di tengah penyesuaian tarif puskesmas yang berlangsung saat ini. (Adv/Puskesmas/Bpp)













