GARVI.ID, BALIKPAPAN – Perusahaan Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi keterbatasan air baku di Kota Balikpapan dengan menerapkan sistem rekayasa distribusi air bersih.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan distribusi air yang merata kepada seluruh pelanggan, terutama bagi mereka yang jarang mendapat pasokan air bersih.
PTMB berinisiatif menerapkan sistem buka-tutup valve untuk mengatur distribusi air bersih di beberapa wilayah.
Rencana rekayasa distribusi air bersih PTMB mencakup wilayah IPAM Kampung Damai dengan pola tiga hari mengalir dan tiga hari tidak mengalir, serta wilayah IPAM Teritip dengan pola dua hari mengalir dan dua hari tidak mengalir.

Upaya Berkelanjutan dalam Mengatasi Keterbatasan Air Baku
Selain fokus pada rekayasa distribusi, PTMB juga terus mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi keterbatasan air baku.
Langkah-langkah yang diambil antara lain koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menambah persediaan air baku, merencanakan pengadaan IPAM Mobile untuk wilayah sulit dijangkau, dan mempercepat proyek SPAM Regional dari intake Mahakam.
“Dalam menghadapi situasi ini, kami mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menyiapkan air cadangan selama periode rekayasa distribusi air bersih. Kami juga mengajak untuk menghemat air dan menggunakannya secara bijak,” ujar Direktur Utama PTMB, Yudhi Sabaruddin.
Yudhi juga mengimbau pelanggan untuk melaporkan kebocoran atau gangguan distribusi air melalui DM atau layanan pengaduan PTMB yang tersedia.
“Komitmen PTMB adalah meningkatkan pelayanan air bersih kepada seluruh pelanggan di Kota Balikpapan. Rekayasa distribusi air bersih ini merupakan langkah konkret dalam mencapai tujuan tersebut,” tambahnya. (*)







