Puskesmas Ajak Orang Tua Perkuat Pola Makan Sehat sebagai Upaya Cegah Stunting

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo kembali mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga pola makan anak sebagai bagian dari pencegahan stunting. Data terakhir menunjukkan 67 balita masih berada dalam kategori stunting. Meski demikian, seluruhnya sudah mendapat pemantauan intensif dari tenaga kesehatan dan kader Posyandu.

Dokter Puskesmas Karang Rejo, dr. Niken Dayuh Anggraini MARS, menegaskan bahwa intervensi gizi hanya akan optimal apabila didukung oleh pola makan sehat di rumah.

“Kami mengupayakan PMT untuk balita dan ibu hamil, tetapi pemenuhan gizi harian tetap menjadi peran utama keluarga,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, masih banyak anak yang menolak makanan tambahan, baik karena faktor rasa maupun kebiasaan makan. Untuk itu, Puskesmas mendorong orang tua agar lebih kreatif dalam mengolah menu.

“Kami sarankan orang tua untuk memvariasikan cara mengolah makanan. Misalnya, telur bisa dibuat orak-arik, direbus, atau dicampur sayur,” jelasnya.

Edukasi mengenai gizi seimbang terus diberikan melalui kegiatan Posyandu. Tenaga kesehatan menjelaskan kebutuhan protein hewani, sayuran, dan karbohidrat yang harus dipenuhi setiap hari. Kader juga memberikan contoh menu harian yang sederhana namun bergizi.

“Kami ingin orang tua punya gambaran yang jelas mengenai makanan sehat. Tidak harus mahal, yang penting seimbang,” tambah dr. Niken.

Ia mengakui bahwa sebagian orang tua memiliki kesibukan kerja sehingga pola makan anak terkadang kurang terpantau. Namun, ia berharap keluarga dapat tetap meluangkan waktu untuk memastikan anak mendapat makanan bergizi dan istirahat cukup.

“Anak perlu didampingi dalam hal makan dan aktivitas hariannya. Ini penting untuk mencegah masalah gizi,” ujarnya.

Selain itu, Puskesmas menekankan pentingnya pemantauan rutin melalui Posyandu agar perkembangan anak terukur dengan baik. Perubahan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala menjadi indikator penting perkembangan.

“Kami mengajak orang tua datang setiap bulan ke Posyandu supaya perkembangan anak bisa dipantau dan ditangani lebih cepat bila ada kelainan,” kata dr. Niken.

Menurutnya, kerja sama antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga adalah kunci utama menurunkan angka stunting di Karang Rejo.

“Dengan kebersamaan, kami yakin kondisi ini terus membaik,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *