GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tahun 2025, Puskesmas Karang Jati menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini. Tema nasional tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kondisi kesehatan masyarakat saat ini.
Kepala Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraini, MARS, mengatakan HKN menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen bersama antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menjaga kesehatan diri serta lingkungan sekitar.
“Peringatan HKN ini menjadi refleksi bagi kita semua. Generasi sehat tidak akan lahir begitu saja, tetapi melalui kesadaran hidup sehat sejak dini, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, berbagai program kesehatan yang dijalankan Puskesmas Karang Jati diarahkan untuk memperkuat layanan promotif dan preventif. Mulai dari edukasi gizi seimbang, imunisasi, hingga pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang ketika sakit, tetapi membiasakan diri untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan cara itu, penyakit bisa dicegah sebelum menjadi serius,” jelasnya.
dr. Niken juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap ibu hamil dan balita sebagai kelompok yang paling berpengaruh terhadap penurunan angka stunting di Kota Balikpapan. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak masa kehamilan dengan memperhatikan asupan gizi dan pola hidup sehat.
“Stunting bukan hanya soal anak yang pendek, tetapi tentang kualitas generasi ke depan. Maka, menjaga gizi ibu dan anak adalah investasi besar bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kebiasaan yang merugikan kesehatan, seperti merokok dan kurang aktivitas fisik.
“Kalau ingin masa depan yang hebat, mulai dari diri sendiri. Hidup sehat itu gaya hidup, bukan pilihan sesaat,” tutup dr. Niken.







