Puskesmas Karang Jati Dorong Pemanfaatan Toga untuk Pengobatan Ringan di Rumah

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Jati terus mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman obat keluarga (Toga) untuk mengatasi keluhan kesehatan ringan di rumah. Upaya ini dilakukan agar warga dapat mengoptimalkan tanaman yang mudah didapat, sebelum memutuskan berobat ke fasilitas kesehatan.

Menurut penanggung jawab program pengobatan tradisional, Rahmatia, Amd. Farm, Toga dapat menjadi alternatif sederhana untuk meredakan batuk, pilek, nyeri ringan, hingga penanganan awal luka.

“Pemanfaatan Toga itu untuk kehidupan sehari-hari, terutama untuk penyakit ringan seperti batuk dan pilek. Jadi masyarakat bisa menggunakan apa yang ada dulu sebelum ke Puskesmas,” ujarnya saat ditemui pada Sabtu (22/11/2025).

Beberapa tanaman yang umum digunakan adalah jahe, kunyit, serai, lengkuas, dan daun iodium. Tanaman-tanaman tersebut dinilai mudah ditanam di pekarangan rumah.

“Jahe, kunyit, terus serai, itu yang paling mudah ditemui. Untuk P3K bisa pakai daun iodium, karena getahnya dipakai untuk perdarahan ringan,” jelasnya.

Pengolahan Toga pun sederhana, cukup direbus untuk dijadikan wedang atau ekstrak. Selain meningkatkan imun, beberapa bahan dapat menunjang program kesehatan lainnya. Misalnya untuk gizi anak, ketumbar dan daun kelor dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

“Kami biasanya ajarkan cara mengolahnya di kegiatan posyandu, misalnya berapa kali harus diminum sehari,” kata Rahmatia.

Untuk ibu hamil dan menyusui, Toga seperti daun pepaya juga dimanfaatkan untuk mencegah anemia dan meningkatkan produksi ASI. Ia menekankan bahwa seluruh bahan berasal dari tanaman yang sehari-hari tersedia di lingkungan masyarakat. (Adv/Puskesmas/Bpp)