Puskesmas Karang Jati Intensif Latih Kader untuk Maksimalkan Penggunaan Gempita Mobile

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Untuk memastikan aplikasi Gempita Mobile dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia, Puskesmas Karang Jati rutin memberikan pelatihan khusus kepada kader kesehatan di wilayah mereka. Pelatihan ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan inovasi Gempita Mobile yang telah berjalan sejak tahun 2020.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraeni MARS, mengatakan bahwa tidak semua masyarakat mampu mengoperasikan aplikasi digital secara mandiri, khususnya kelompok lansia. Karena itu, peran kader menjadi sangat vital. “Lansia biasanya kesulitan menginput data kesehatan, jadi kader kami bantu isi dan jelaskan hasilnya. Makanya pelatihan kader kami lakukan setiap tahun,” tuturnya.

Pelatihan tersebut mencakup cara menggunakan aplikasi, menginput data tekanan darah, kadar gula, IMT, hingga cara membaca hasil umpan balik. Kader juga dilatih memberi edukasi kepada warga menggunakan fitur panduan digital dalam aplikasi.

Selain mendampingi lansia, kader juga membantu mempromosikan aplikasi di lingkungan RT. Mereka menjadi penggerak utama yang mendorong masyarakat melakukan skrining PTM secara mandiri. “Kader adalah ujung tombak. Dengan mereka terampil, inovasi bisa menjangkau warga lebih luas,” kata dr. Niken.

Gempita Mobile sendiri terus mengalami pembaruan fitur setiap tahun. Permintaan masyarakat menjadi dasar pengembangan aplikasi. Mulai dari fitur hipertensi dan diabetes, aplikasi kini memiliki materi edukasi stroke, obesitas, toga, hingga pengobatan tradisional. Fitur screening yang semakin lengkap membuat kader lebih mudah memberikan pendampingan di lapangan.

Selain itu, aplikasi dapat diakses melalui website sehingga tidak membebani ponsel berkapasitas rendah. Kader sering memperkenalkan cara akses tersebut kepada warga, terutama kelompok dewasa dan lansia yang tidak terbiasa mengunduh aplikasi.

“Setiap ada kekurangan atau masukan dari pengguna, langsung kami update. Kami ingin aplikasi ini benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” jelas dr. Niken.

Dengan pelatihan kader yang dilakukan secara berkala, Puskesmas Karang Jati berharap penggunaan aplikasi ini semakin optimal dan mampu meningkatkan deteksi dini penyakit tidak menular, sekaligus membangun budaya masyarakat yang sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. (Adv/Puskesmas/Bpp)