Puskesmas Karang Jati Perkuat Layanan MTBS untuk Tekan Kasus Pneumonia pada Anak

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Jati terus memperkuat layanan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) sebagai upaya mendeteksi dini penyakit pada anak, termasuk pneumonia yang masih menjadi kasus tertinggi di wilayah tersebut.

MTBS bukan sekadar program, tetapi standar pelayanan nasional yang wajib diterapkan dalam pemeriksaan anak. Setiap balita yang datang akan menjalani penilaian menyeluruh di bagian nurse station, mulai dari kondisi batuk, demam, hingga tanda-tanda berat lain.

“Semua anak yang datang akan dinilai dari depan. Setelah itu saya cek ulang di dalam, karena diagnosa MTBS berbeda dengan diagnosa dokter biasa,” jelas dr. Nur Winda Wati, penanggung jawab Kluster Ibu, Anak, dan Remaja Puskesmas Karang Jati, Senin (24/11/2025).

Ia mengungkapkan bahwa kasus batuk pilek dan pneumonia masih mendominasi kunjungan pasien anak dalam beberapa bulan terakhir. Pneumonia kerap muncul sebagai komplikasi batuk pilek yang tidak ditangani dengan tepat.

“Memang paling banyak pneumonia. Itu sebabnya screening MTBS sangat penting, karena dari awal kita bisa tahu gejalanya,” ujarnya.

Menurutnya, pola hidup keluarga turut mempengaruhi kesehatan balita, terutama kebiasaan orang tua merokok di dekat anak.

“Rata-rata orang tuanya perokok. Mereka sebenarnya tahu risikonya, tapi sering menganggap ringan. Padahal kalau sudah sesak, risikonya banyak dan sangat tidak bagus,” tegasnya.

Ia mengimbau orang tua untuk segera membawa anak berobat jika mengalami batuk pilek berkelanjutan, serta menjaga lingkungan rumah dari paparan asap rokok. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *