GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Promosi Kesehatan Triwulan IV digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan di Hotel Golden Tulip Balikpapan, Rabu (19/11/2025). Seluruh puskesmas dari berbagai kelurahan turut hadir, termasuk Puskesmas Karang Jati yang memaparkan capaian layanan Posyandu serta strategi penguatan promosi kesehatan di wilayahnya.
Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Karang Jati, Denny Aditiyawarman, menjelaskan bahwa monev ini membahas evaluasi capaian Posyandu di masing-masing kelurahan. Setiap kelurahan memiliki Posyandu yang dibina puskesmas, sehingga semua layanan kesehatan dasar dapat dipantau secara berkala.
“Alhamdulillah, selama ini Posyandu di Puskesmas Karang Jati selalu buka setiap bulan dan melayani seluruh kelompok umur dalam siklus hidup, mulai dari bayi, balita, anak prasekolah, ibu hamil, remaja, usia produktif hingga lansia,” kata Denny.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan Posyandu dicatat melalui aplikasi pemantauan yang terhubung langsung dengan Dinas Kesehatan. “Semua layanan yang kami lakukan diinput ke aplikasi dan dipantau oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan,” ujarnya.
Selain evaluasi rutin, monev kali ini juga menyoroti pentingnya penguatan promosi kesehatan (promkes) di tingkat puskesmas. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan belanja kesehatan yang lebih tepat sasaran sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan.
“Promkes kami gencarkan kembali, terutama edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan penyampaian imbauan terkait kasus-kasus kesehatan yang sedang tren. Penguatan ini agar pesan kesehatan semakin menonjol dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Denny.
Kegiatan monev juga menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan, Noor Laila, yang memberikan materi penguatan tentang peran penting kader dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing. Materi tersebut menekankan bahwa kader merupakan ujung tombak edukasi langsung ke masyarakat.
Pembahasan lainnya mencakup evaluasi laporan hari buka Posyandu yang wajib diinput setiap bulan melalui aplikasi. Selain itu, dilakukan penilaian atas pelaksanaan pelatihan 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu yang telah diberikan sebelumnya. Pelatihan tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas kader sebagai penyampai informasi kesehatan di lapangan. (Adv/Puskesmas/Bpp)










