GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Jati terus mengingatkan masyarakat agar memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal. Hal ini sejalan dengan program nasional Kementerian Kesehatan yang menetapkan 17 jenis imunisasi wajib bagi bayi dan balita sebagai langkah perlindungan dari berbagai penyakit menular berbahaya.
Kepala Puskesmas Karang Jati, dr. Niken dayu anggraini MARS melalui Bidan Puskesmas Karang Jati, Nesa Faresa, menjelaskan bahwa program imunisasi ini merupakan bagian dari layanan kesehatan dasar yang diberikan secara gratis melalui puskesmas dan posyandu.
“Imunisasi program ada 17 jenis. Ini merupakan imunisasi rutin yang ditanggung oleh Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan. Semua diwajibkan bagi anak sejak usia bayi hingga balita,” ujar Nesa saat ditemui, Senin (10/11/2025).
Ia merinci, beberapa jenis imunisasi yang diberikan di antaranya Hepatitis B, Polio, BCG (tuberkulosis), DPT (difteri, pertusis, tetanus), Rotavirus, PCP atau Pneumonia, serta Campak. Seluruh vaksin tersebut diberikan secara bertahap sesuai usia anak agar tubuh memiliki sistem kekebalan yang optimal.
“Jarak pemberian imunisasi minimal 28 hari atau satu bulan dari vaksin sebelumnya. Semua jadwal sudah tercantum di buku imunisasi yang biasa disebut ‘buku pink’, agar orang tua bisa memantau,” jelasnya.
Menurut Nesa, jadwal imunisasi dimulai sejak bayi lahir hingga usia 18 bulan. Saat bayi baru lahir, diberikan imunisasi Hepatitis B, diikuti Polio tetes sebelum pulang dari rumah sakit. Pada usia 1 bulan, bayi akan menerima BCG untuk mencegah tuberkulosis.
“Di usia 2 dan 3 bulan, bayi mendapat empat jenis imunisasi, yakni Polio tetes, Rotavirus, DPT-HB-HIB, dan PCP. Lalu usia 4 bulan diberikan Polio, Rotavirus, DPT-HB-HIB, serta Polio suntik,” paparnya.
Selanjutnya, pada usia 9 bulan, anak mendapat imunisasi Campak dan Polio suntik, kemudian usia 1 tahun diberikan PCP ketiga, dan terakhir usia 1,5 tahun diberikan booster DPT dan Campak.
“Kalau semua tahap sudah dijalankan, artinya anak sudah memiliki imunisasi lengkap dan terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya,” tambahnya.
Nesa menegaskan bahwa imunisasi rutin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan individu, tetapi juga untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) di masyarakat.
“Dengan imunisasi lengkap, kita bukan hanya melindungi anak sendiri, tapi juga membantu menjaga kesehatan lingkungan sekitar,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp)







