GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi menjadi salah satu fokus utama Puskesmas Karang Jati dalam menjalankan tugasnya sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar. Melalui kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan secara intensif, puskesmas berupaya memastikan anak-anak di wilayahnya mendapatkan vaksin dasar lengkap sesuai jadwal.
Penanggung Jawab Promosi Kesehatan Puskesmas Karang Jati, Denny Aditiyawarman, menjelaskan bahwa edukasi imunisasi terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. “Penguatan imunisasi juga terus kami lakukan. Kami menghimbau masyarakat bahwa imunisasi itu penting dan anak-anak perlu menerima vaksinasi sesuai jadwal,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Menurut Denny, imunisasi bukan hanya program pemerintah, tetapi merupakan investasi kesehatan jangka panjang bagi anak. Karena itulah, puskesmas menempatkan edukasi mengenai vaksinasi sebagai kegiatan prioritas, baik melalui Posyandu maupun penyuluhan bersama kader. Tenaga kesehatan rutin memberikan penjelasan tentang manfaat imunisasi dan risiko yang muncul bila anak tidak mendapatkan vaksin.
Meski begitu, tantangan di lapangan tidak dapat dihindari. Masih terdapat orang tua yang menolak imunisasi karena kekhawatiran terhadap efek samping atau ketidakpercayaan pada vaksin. “Tantangannya ketika ada orang tua yang menolak. Membujuk mereka memang tidak mudah karena masih ada yang tidak percaya imunisasi itu penting, padahal ini program pemerintah dan gratis,” tambahnya.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Puskesmas Karang Jati menerapkan pendekatan persuasif yang lebih personal. Tenaga medis terlatih memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana dan menenangkan, menjawab kekhawatiran orang tua, serta membangun kepercayaan melalui dialog langsung.
“Kami jelaskan perlahan, kami edukasi manfaatnya. Dampak positif imunisasi itu besar bagi kesehatan anak,” tegas Denny.
Puskesmas juga aktif menampilkan materi promosi kesehatan yang mudah dipahami, seperti poster, video pendek, dan infografik tentang vaksinasi. Harapannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi dari tenaga kesehatan, tetapi juga dari media visual yang akrab di lingkungan mereka. (Adv/Puskesmas/Bpp)













