Puskesmas Karang Rejo Ajarkan Teknik Sikat Gigi yang Benar kepada Siswa MI Al Muharam

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kesehatan gigi masih menjadi salah satu persoalan utama pada anak usia sekolah. Melihat tingginya keluhan gigi berlubang pada kelompok usia tersebut, Puskesmas Karang Rejo melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik menyikat gigi di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Muharam, Kelurahan Karang Rejo, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini dipandu langsung oleh dokter gigi internship, drg. Edi Wibowo, yang menjelaskan bahwa sebagian besar kerusakan gigi pada anak bermula dari teknik menyikat gigi yang tidak tepat. Menurutnya, pemahaman dasar mengenai cara menyikat gigi yang benar sering kali belum dimiliki anak-anak maupun orang tua. “Masalah gigi itu banyak muncul bukan karena kurang pasta gigi, tapi lebih kepada teknik menyikat yang kurang tepat. Itulah yang kami perbaiki di sini,” ujarnya.

Dalam sesi penyuluhan, drg. Edi memperagakan beberapa teknik dasar, termasuk cara menyikat dari arah gusi ke bawah, menyapu bagian sela gigi, serta membersihkan permukaan kunyah. Anak-anak diminta mempraktikkan langsung agar dapat memahami perbedaannya. “Anak-anak hari ini cukup antusias. Mereka mendengarkan dan mempraktikkan secara langsung, dan hasilnya cukup baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa efektivitas menyikat gigi tidak selalu ditentukan oleh pasta gigi. Bahkan menyikat tanpa pasta gigi tetap dapat membersihkan mulut jika tekniknya benar. “Sikat gigi tanpa odol sebenarnya boleh saja. Yang terpenting adalah sisa makanan benar-benar hilang, karena sisa itulah yang menjadi pemicu karies,” jelasnya.

Melalui edukasi ini, pihak puskesmas berharap kebiasaan baik dapat terbentuk sejak dini. Anak-anak juga diingatkan untuk menyikat gigi dua kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur. “Tujuan kami bukan hanya memberi teori, tetapi mengubah kebiasaan mereka setelah pulang ke rumah,” ujarnya.

Puskesmas Karang Rejo berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa di sekolah lain sebagai bagian dari promosi kesehatan gigi dan mulut. Kolaborasi dengan sekolah dinilai efektif karena anak-anak cenderung lebih mudah menerima informasi melalui praktik langsung di lingkungan belajar mereka. (Adv/Puskesmas/Bpp)