Puskesmas Karang Rejo Dorong Orang Tua Lebih Proaktif Lindungi Anak Lewat Imunisasi Ulang

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo terus mendorong peningkatan kesadaran orang tua untuk memberikan imunisasi lanjutan kepada anak usia sekolah dasar. Meski cakupan imunisasi saat ini sudah berada di atas 90 persen, masih ada sejumlah orang tua yang belum mengizinkan anaknya divaksin sehingga berpotensi mengurangi efektivitas kekebalan kelompok di sekolah.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, mengatakan bahwa imunisasi lanjutan di usia SD merupakan strategi pemerintah untuk mengembalikan tingkat kekebalan tubuh yang sudah menurun setelah imunisasi dasar diberikan saat balita.

“Kekebalan anak bisa turun sampai 50 persen saat mereka masuk sekolah dasar. Lingkungan sekolah itu padat dan banyak bakteri serta virus beredar. Karena itu imunisasi ulang sangat penting untuk menjaga ketahanan tubuh mereka,” katanya saat ditemui dalam kegiatan imunisasi, Sabtu (15/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa imunisasi anak SD juga merupakan implementasi dari hak-hak anak yang dijamin Undang-Undang. Pemerintah wajib memberikan akses kesehatan yang melindungi anak dari penyakit menular.

Adapun jenis vaksin yang diberikan adalah campak, difteri, dan tetanus. Menurut Farida, ketiganya menjadi prioritas karena angka penularannya tinggi pada anak usia sekolah. Campak bahkan dapat menimbulkan komplikasi berat jika tidak dicegah sejak dini.

“Campak itu bukan penyakit ringan. Bisa menyerang paru-paru, memicu peradangan otak, menyebabkan diare, hingga infeksi telinga. Kita tidak ingin kondisi seperti itu terjadi pada anak-anak,” jelasnya.

Farida menegaskan bahwa kekebalan kelompok baru efektif jika cakupan imunisasi mencapai minimal 80 persen. Artinya, ketika ada beberapa anak tidak divaksin, risiko penyebaran penyakit akan lebih tinggi dan mengancam anak lain yang sudah divaksin.

Untuk itu, pihak puskesmas rutin melakukan penyuluhan kepada orang tua sebelum kegiatan imunisasi berlangsung. Edukasi ini diperlukan agar orang tua memahami manfaat imunisasi dan tidak terpengaruh informasi keliru.

“Masih ada orang tua yang ragu. Karena itu kami tekankan bahwa imunisasi aman, efek sampingnya ringan, dan bisa diatasi. Ini adalah upaya melindungi generasi kita agar tumbuh sehat,” ujarnya.

Farida berharap tingkat partisipasi terus meningkat, seperti antusiasme masyarakat saat program vaksinasi Covid-19. Menurutnya, keberhasilan membentuk kekebalan kelompok bergantung pada kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan anak-anak. (Adv/Puskesmas/Bpp)