GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo kembali menggelar Pelatihan Dokter Kecil bagi siswa sekolah dasar di wilayahnya. Kegiatan yang berlangsung di lantai 2 gedung puskesmas pada Sabtu (15/11/2025) ini diikuti 33 siswa dari 9 sekolah dasar.
Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan agenda tahunan sebagai bentuk pembinaan kader kesehatan cilik di sekolah-sekolah.
“Setiap tahun kami melatih dokter kecil dari kelas 3 dan 4. Tujuannya membina generasi yang paham dan peduli terhadap kesehatan lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, beberapa sekolah juga mengirim siswa kelas 5, meskipun pihak puskesmas menganjurkan peserta dari kelas lebih rendah agar pembinaan dapat berkelanjutan. Total ada 11 sekolah dasar di wilayah kerja Karang Rejo, namun dua di antaranya sudah mengikuti pelatihan gabungan di tingkat kecamatan.
Pelatihan ini menghadirkan berbagai materi penting, mulai dari kesehatan gigi dan mulut, penyakit menular dan tidak menular, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga materi gizi.
Bagian yang paling disukai peserta adalah sesi praktik. Anak-anak diajarkan teknik menimbang berat badan, pertolongan pertama pada luka ringan, hingga cara membalut ketika terjadi cedera atau fraktur ringan di sekolah.
“Anak-anak biasanya paling semangat saat praktik. Misalnya belajar membalut luka atau menangani kasus patah tulang ringan sebelum dirujuk ke rumah sakit,” jelas Farida.
Selain itu, peserta juga mendapat materi mengenai kesehatan reproduksi serta edukasi bahaya narkoba bagi remaja.
Farida menyebutkan bahwa pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sejatinya juga direncanakan hadir. Namun karena keterbatasan tempat, pembinaan untuk guru UKS akan dilakukan melalui kunjungan langsung ke sekolah masing-masing.
“Kami tetap lakukan pembinaan UKS melalui kunjungan sekolah. Pelatihan ini fokus dulu untuk dokter kecil agar mereka bisa menjadi penggerak kesehatan di lingkungan sekolah,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Karang Rejo berharap dokter kecil dapat menjadi role model bagi teman-temannya dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan di sekolah. (Adv/Puskesmas/Bpp)










