Puskesmas Karang Rejo Intensifkan Penanganan Stunting: Angka 15,9 Persen Jadi Fokus Utama

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Upaya penurunan angka stunting di Kelurahan Karang Rejo terus digencarkan. Puskesmas Karang Rejo menegaskan bahwa intervensi dilakukan secara masif karena kasus stunting masih menjadi persoalan nasional, termasuk di Balikpapan. Saat ini, prevalensi stunting di wilayah tersebut berada pada angka 15,9 persen, yang menjadi target penurunan melalui berbagai program terintegrasi bersama kelurahan dan masyarakat.

Kepala UPTD Puskesmas Karang Joang, drg. Farida, mengatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa dicapai dengan cepat. Diperlukan rangkaian intervensi yang konsisten, mulai dari edukasi hingga pemenuhan gizi keluarga.

“Stunting ini tidak bisa turun secara instan. Penanganannya harus berkelanjutan, dan kami terus melakukan berbagai intervensi mulai dari penyuluhan, pengawasan tumbuh kembang, hingga pemberian Makanan Tambahan (PMT),” ujar Farida.

Salah satu inovasi yang turut berperan adalah program kelurahan bernama Halte Sehat atau Halte Sedekah, yakni kegiatan berbagi makanan yang digantung di halte setiap hari Jumat. Puskesmas ikut memberikan masukan agar makanan yang dibagikan memiliki nilai gizi tinggi dan mendukung perbaikan status gizi anak.

“Program halte sedekah ini sangat baik, tetapi kami tekankan agar makanan yang dibagikan mengandung protein seperti ikan, tempe, tahu, atau telur. Kami minta masyarakat menghindari makanan instan karena kurang baik untuk anak-anak,” jelasnya.

Puskesmas juga mendorong seluruh RT agar menjalankan program tersebut secara rutin dan tepat sasaran. Menurut Farida, keterlibatan tokoh masyarakat dan kader sangat penting untuk memastikan edukasi kesehatan sampai ke tingkat keluarga.

“Kami berharap setiap RT ikut menguatkan program ini. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan penurunan stunting. Kalau semua bergerak bersama, angka ini pasti bisa diturunkan,” katanya.

Selain itu, Puskesmas melakukan pemantauan berkala terhadap keluarga berisiko, termasuk ibu hamil dan balita. Mereka diberi pendampingan gizi, edukasi pola makan, serta pemeriksaan kesehatan berkala untuk memastikan perkembangan anak berjalan sesuai standar.

“Kami ingin memastikan setiap keluarga memahami pentingnya gizi dan pola pengasuhan. Intervensi ini panjang, tapi hasilnya akan terlihat ketika anak-anak kita tumbuh sehat dan kuat,” tambah Farida.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Puskesmas dan Kelurahan Karang Rejo untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan. (Adv/Puskesmas/Bpp)