GARVI.ID, BALIKPAPAN – Program Monitoring dan Evaluasi (Monev) Promosi Kesehatan tingkat Kota Balikpapan kembali digelar Dinas Kesehatan di Hotel Golden Tulip, Rabu (19/11/2025). Dalam kegiatan itu, Puskesmas Karang Rejo memaparkan sejumlah capaian, terutama terkait peningkatan kemampuan kader posyandu yang kini mulai memasuki fase penilaian terstruktur.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Puskesmas Karang Rejo, Agnes Ferusgel Ginting, menjelaskan bahwa Monev kali ini lebih banyak mengulas soal pelaksanaan posyandu, capaian kegiatan Ilmu Layanan Posyandu (ILP), hingga tingkatan keterampilan kader.
“Kader itu sebenarnya punya 25 keterampilan. Nah, dari situ ada tiga tingkatannya: purwa, madya, dan utama. Tugas kami memastikan kader naik tingkat sesuai kompetensinya,” ujar Agnes, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, proses peningkatan tersebut dilakukan bertahap. Pertama melalui pelatihan, lalu dilanjutkan dengan penilaian keterampilan. Dinas Kesehatan Kota Balikpapan disebut kini meminta puskesmas mempercepat proses penilaian agar data tingkatan kader bisa lebih cepat masuk ke sistem.
Di Puskesmas Karang Rejo sendiri, pelatihan dan penilaian sudah dilakukan pada Oktober lalu dalam dua gelombang. Total 79 kader telah dinilai dan datanya sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan melalui aplikasi Mikrosite.
“Sekarang kita sudah punya data tingkatan kader. Ada yang berada di purwa, ada yang madya, ada juga yang sudah utama. Ini penting untuk melihat sampai di mana kemampuan mereka, sekaligus mengevaluasi kinerja puskesmas,” tambah Agnes.
Ia menjelaskan lebih lanjut, keterampilan kader yang dinilai meliputi berbagai tahapan pelayanan, mulai dari pemantauan bayi dan balita, kunjungan rumah, hingga keterampilan pilihan sesuai siklus kehidupan.
Kader dengan keterampilan lengkap di semua siklus kehidupan akan masuk ke tingkatan utama. Sementara kader yang masih berada di tingkat purwa perlu mendapatkan pendampingan lanjutan.
“Kalau kadernya masih bertahan di tingkat purwa, berarti ada yang perlu kita perbaiki. Baik dari sistem pelatihan maupun pembinaan di lapangan,” tutur Agnes.
Ia menegaskan, seluruh proses ini tidak hanya demi memenuhi standar penilaian, tetapi juga untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat semakin baik.
“Tujuan akhirnya tentu pelayanan kesehatan yang lebih kuat. Kader itu ujung tombak, jadi kualitasnya harus terus meningkat,” kata Agnes. (Adv/Puskesmas/Bpp)










