GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Rejo menampilkan sejumlah inovasi pelayanan kesehatan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025). Dua inovasi utama yang menjadi sorotan adalah Pita Pesta, aplikasi digital untuk penjaringan kesehatan siswa, serta Gesit, program berbasis Kelambu Air yang telah menembus tingkat nasional untuk penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kepala UPTD Puskesmas Karang Rejo, drg. Farida, menjelaskan bahwa Pita Pesta telah digunakan sejak dua tahun lalu, jauh sebelum program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pemerintah terintegrasi melalui Satu Sehat. Aplikasi ini mempermudah proses penjaringan dengan melibatkan orang tua dalam pengisian data awal anak.
“Aplikasi itu sangat membantu sebelum ada Satu Sehat. Orang tua mengisi data dasar di rumah, lalu petugas tinggal melengkapi pemeriksaan di sekolah. Semua lebih cepat dan rapi,” jelas Farida.
Namun, dengan diberlakukannya pendataan nasional melalui Satu Sehat, aplikasi internal tersebut harus segera menyesuaikan. Farida memastikan timnya sedang menyiapkan pembaruan agar sistem digital tetap relevan dan kompatibel.
“Karena sekarang pendataan masuk ke Cek Kesehatan Gratis di Satu Sehat, aplikasi kami perlu dimodifikasi supaya selaras dan mempermudah alur pelayanan,” katanya.
Di sisi lain, inovasi Gesit tetap menjadi salah satu capaian terbaik Puskesmas Karang Rejo. Program yang mengandalkan Kelambu Air untuk menutup penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak itu berhasil mewakili Kalimantan Timur hingga tingkat nasional. Keberhasilan Gesit juga tak lepas dari partisipasi masyarakat dan peran aktif petugas kesehatan lingkungan.
“Dari provinsi hanya kami yang maju ke nasional untuk kesehatan lingkungan. Program Gesit terbukti menurunkan kasus DBD dan didukung penuh masyarakat,” ujar Farida.
Ia menambahkan, inovasi merupakan kebutuhan dalam pelayanan kesehatan modern. Setiap gagasan lahir dari permasalahan lapangan dan bertujuan mempercepat serta memperbaiki mutu pelayanan.
“Kalau kita ingin pelayanan makin cepat dan akurat, inovasi harus terus muncul. Itu tuntutan zaman sekarang,” tuturnya.
Dengan beragam inovasi yang telah berjalan, Puskesmas Karang Rejo menargetkan integrasi penuh ke Satu Sehat dan mendorong munculnya ide-ide baru dari setiap program layanan. Farida berharap momentum HKN menjadi awal penguatan transformasi layanan di wilayah Karang Rejo. (Adv/Puskesmas/Bpp)







