Puskesmas Karang Rejo Tingkatkan Skrining Anemia dan Pemeriksaan Kesehatan Remaja di SMP hingga SMA

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Selain menjaring kesehatan siswa SD, Puskesmas Karang Rejo juga memperluas skrining kesehatan bagi siswa SMP, SMA, MTS, dan MA. Fokus utama pemeriksaan ialah mengevaluasi kadar gula darah serta hemoglobin (HB) untuk mendeteksi anemia pada remaja.

Bidan Nurul Zuana, petugas Kluster Ibu Anak dan Remaja, menyampaikan bahwa pemeriksaan HB penting dilakukan karena anemia masih cukup sering ditemukan.

“Untuk tingkat SMP dan SMA, kami lakukan skrining gula darah dan pemeriksaan HB. Ini untuk mendeteksi apakah siswa mengalami anemia atau tidak,” tuturnya, Senin (24/11/2025). 

Menurutnya, sebagian besar kasus anemia yang ditemukan tergolong ringan. Namun kondisi ini tetap harus ditangani agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun kesehatan reproduksi remaja.

“Rata-rata temuan kita anemia ringan. Kalau HB turun sedikit, kita berikan tablet tambah darah lalu kontrol kembali sebulan kemudian,” jelas Nurul.

Pemeriksaan tidak hanya terbatas pada remaja perempuan, tetapi juga dilakukan kepada seluruh siswa hingga usia 18 tahun. Program ini terintegrasi dengan pelayanan ibu dan anak yang dijalankan puskesmas.

“Skrining ini mulai dari usia anak, remaja, sampai 17–18 tahun. Jadi bukan hanya untuk anak SD atau SMP saja,” tambahnya.

Puskesmas menegaskan bahwa deteksi dini anemia dapat membantu mencegah kelelahan kronis, gangguan konsentrasi, hingga masalah kesehatan jangka panjang. Karena itu, edukasi mengenai pola makan sehat dan kebutuhan zat besi terus disampaikan selama kegiatan berlangsung.

Selain skrining, petugas juga memberikan penyuluhan mengenai kebersihan diri, kesehatan reproduksi, serta pentingnya pemeriksaan rutin.

“Kami ingin remaja lebih sadar akan kondisi tubuhnya. Pemeriksaan ini membantu mereka menjaga kesehatan sejak dini,” ungkap Nurul.

Melalui kegiatan skrining berkelanjutan ini, Puskesmas Karang Rejo berharap tingkat kesehatan remaja di wilayahnya semakin meningkat seiring dengan semakin baiknya kesadaran masyarakat.

“Yang terpenting adalah mendorong kebiasaan sehat sejak muda. Dengan begitu, risiko penyakit bisa ditekan,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp)