Puskesmas Mekar Sari Perkuat Kolaborasi, Fokus Cegah DBD dan Tekan Stunting

GARVI.ID, BALIKPAPAN — UPTD Puskesmas Mekar Sari, Balikpapan Tengah, memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Upaya itu dilakukan melalui mini lokakarya yang digelar, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kader Posyandu, hingga perwakilan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Puskesmas Mekar Sari, drg. Lily Anggraini, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah tingginya curah hujan yang berpotensi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Ia mengimbau warga rutin memeriksa dan membersihkan tempat penampungan air guna mencegah perkembangbiakan nyamuk.

“Kerja bakti massal harus dimanfaatkan untuk memberantas sarang nyamuk. Ini langkah sederhana, tapi dampaknya besar,” ujarnya.

Selain DBD, percepatan penanganan stunting menjadi fokus utama tahun ini. Salah satu upaya yang didorong adalah peningkatan partisipasi balita ke Posyandu, yang diukur melalui indikator D/S (datang dan ditimbang dibanding total sasaran).

Menurut Lily, Posyandu tidak hanya berfungsi untuk penimbangan dan pemberian vitamin, tetapi juga sebagai ruang edukasi bagi orang tua.

“Posyandu adalah tempat orang tua belajar memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,” jelasnya.

Di sisi layanan, Puskesmas Mekar Sari juga menghadirkan inovasi melalui program Sayunara (Sayangi Ibu Hamil dengan Persalinan Paripurna). Program ini mengintegrasikan layanan persalinan dengan pengurusan administrasi kependudukan, seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga.

“Peserta aktif BPJS Kesehatan di Balikpapan bisa memanfaatkan layanan ini, tidak terbatas hanya warga Mekar Sari,” katanya.

Untuk masyarakat umum, layanan tetap tersedia dengan tarif retribusi sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2025, mulai dari Rp13 ribu untuk rawat jalan hingga Rp156 ribu untuk tindakan tertentu.

Puskesmas juga menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sektor pendidikan. Menjelang akhir tahun ajaran, pemeriksaan difokuskan pada siswa kelas VI SD, sementara untuk tingkat SMA menyasar seluruh siswa.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Publik Kelurahan Mekar Sari, Agus Salim, menyatakan dukungannya terhadap upaya pencegahan stunting yang dilakukan Puskesmas.

Ia menyebut pemerintah juga telah mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sebagai langkah pencegahan dini.

“Edukasi ke masyarakat terus kami lakukan, termasuk mengingatkan agar tidak menutup saluran air karena bisa memicu penumpukan sampah dan menjadi sarang nyamuk,” tandasnya. (Adv/Diskominfo/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *