Puskesmas Sumber Rejo Perketat Pemantauan Ibu Hamil Risiko Tinggi

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Sumber Rejo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil risiko tinggi. Komitmen ini disampaikan Bidan Mahir Nilwana saat mengisi Kelas Ibu Hamil di Posyandu RT 47 Kelurahan Sumber Rejo, Sabtu (15/11/2025), yang diikuti sejumlah ibu hamil dengan beragam usia kandungan.

Nilwana mengatakan bahwa edukasi di kelas hanyalah satu bagian dari pendampingan yang diberikan. Pihaknya juga turun langsung melalui kunjungan rumah untuk ibu yang masuk kategori risiko tinggi.

“Kami tidak hanya memberi materi di kelas. Ibu yang berisiko tinggi kami datangi ke rumah agar kondisinya bisa dipantau lebih dekat dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh ibu hamil di wilayah tersebut didata secara berkala melalui register khusus. Dari data itu, petugas dapat melihat siapa saja yang membutuhkan pemantauan lebih ketat—mulai dari ibu dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), usia kehamilan terlalu muda atau terlalu tua, hingga yang memiliki riwayat penyakit.

“Pendataan ini penting. Dari sana terlihat mana yang harus mendapat perhatian lebih,” jelasnya.

Untuk ibu dengan KEK, Puskesmas memberikan makanan tambahan sebagai intervensi gizi.

“Pemberian PMT membantu memperbaiki status gizi ibu. Dampaknya langsung ke perkembangan janin,” katanya.

Dalam sesi diskusi, peserta menanyakan mengenai tanda bahaya menjelang persalinan. Nilwana menegaskan beberapa kondisi yang harus diwaspadai.

“Kalau muncul perdarahan, itu sudah tanda darurat. Air ketuban yang warnanya pekat seperti dodol juga harus segera diperiksa. Begitu pula nyeri hebat yang tidak biasanya, atau bila tali pusat dan tangan bayi keluar lebih dulu. Situasi seperti itu tidak boleh ditunda, harus segera ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemantauan ibu hamil tidak dikerjakan sendiri. Puskesmas bekerja sama dengan dokter serta tenaga gizi untuk memastikan seluruh faktor kesehatan saling terpantau.

“Kondisi gizi ibu sangat mempengaruhi kehamilan. Karena itu kami bergerak bersama lintas profesi,” tuturnya.

Nilwana menilai kelas ibu hamil merupakan salah satu cara efektif untuk menekan risiko komplikasi.

“Begitu ibu memahami mana kondisi yang normal dan mana yang harus diwaspadai, keputusan cepat bisa diambil. Itu yang menentukan keselamatan ibu dan bayi,” ujarnya.

Menutup kegiatan, ia mengingatkan bahwa kesehatan ibu hamil perlu dukungan keluarga.

“Kehamilan bukan hanya urusan ibu saja. Suami dan keluarga harus ikut menjaga. Kalau semua terlibat, risiko bisa ditekan dan persalinan lebih aman,” pungkasnya. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *