GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Sumber Rejo terus memperkuat layanan gizi melalui dua pendekatan utama, yakni pelayanan dalam gedung dan luar gedung. Ahli Gizi UPTD Puskesmas Sumber Rejo, Agung Pramana, menjelaskan bahwa layanan dalam gedung berfokus pada konsultasi gizi, sementara layanan luar gedung mencakup penyuluhan serta pembinaan posyandu.
“Tenaga gizi berperan besar dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Banyak penyakit saat ini dipicu pola makan yang kurang tepat, baik penyakit degeneratif maupun masalah kekurangan gizi,” jelas Agung, Jumat (21/11/2025).
Layanan gizi di Sumber Rejo menyasar seluruh kelompok umur—dari bayi baru lahir hingga lansia. Namun, fokus prioritas beberapa tahun terakhir masih tertuju pada penurunan prevalensi stunting. Konsultasi dan edukasi dilakukan secara terintegrasi dengan sistem pelayanan klaster yang sudah diterapkan Puskesmas sebagai bagian dari digitalisasi layanan.
Untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang, posyandu diberdayakan sebagai garda terdepan. Kader yang telah mendapatkan pelatihan PMBA dan edukasi 1000 HPK kini mampu menjadi penggerak perubahan perilaku gizi masyarakat.
Selain itu, inovasi pelayanan gizi juga diperkuat melalui program “Mata Centing” (Bersama Kita Cegah Stunting) yang terintegrasi dengan aplikasi pencatatan digital puskesmas. Program ini mencakup kunjungan rumah, edukasi, pemberian makanan tambahan, hingga pemeriksaan lanjutan untuk balita berisiko.
“Digitalisasi pelayanan memudahkan pemantauan balita, mulai dari riwayat berat badan, tinggi badan, hingga tindak lanjutnya. Ini membantu kami mengambil keputusan cepat,” ujar Agung.
Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya konsumsi makanan sehat dan seimbang. “Tubuh kita adalah apa yang kita makan. Mulailah dari pola makan yang benar,” pesannya. (Adv/Puskesmas/Bpp)







