GARVI.ID, BALIKPAPAN — Kepolisian bersama Kejaksaan Negeri menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan penjaga toko berinisial VP (18) di lokasi kejadian perkara (TKP), Jalan MT Haryono RT 08, Kelurahan Gunung Samarinda Baru, Balikpapan Utara, Jumat (13/2/2026) siang. Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026) siang.
Pelaku berinisial MN (61), yang merupakan pemilik warung di sebelah tempat korban bekerja, memperagakan total 28 adegan dalam rekonstruksi. Jumlah ini bertambah dari rencana awal 20 adegan yang disusun penyidik.
Jaksa fungsional Kejaksaan Negeri Balikpapan, Husni, menjelaskan penambahan adegan berkaitan dengan jumlah tusukan yang semula diakui pelaku.
“Awalnya menurut pengakuan pelaku ini cuma tiga kali penusukan. Namun sesuai hasil visum, itu lebih dari tujuh sampai delapan kali, terutama di bagian perut, dada, dan satu di kepala,” ujarnya.
Ia menyebut titik utama peristiwa berada pada adegan ke-8 dan ke-9 saat penusukan pertama dan kedua terjadi. Sementara upaya pelaku menyembunyikan barang bukti diperagakan pada adegan ke-22.
“Awalnya pelaku tidak kooperatif, tetapi setelah didalami akhirnya mengakui tujuh atau delapan kali tusukan,” kata Husni.
Kuasa hukum keluarga korban, Hendrik Kalalembang, menilai rekonstruksi berjalan baik, transparan, dan melibatkan seluruh pihak.
“Kami melihat rekonstruksi berjalan dengan baik, transparan, dan semua pihak dihadirkan untuk menyaksikan peristiwa tindak pidana perencanaan pembunuhan yang dilakukan pelaku,” tuturnya.
Senada, Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Balikpapan, Simon Sulean, berharap proses hukum ditegakkan secara adil hingga pelaku mendapat hukuman maksimal.
“Harapan keluarga agar hukum benar-benar ditegakkan dengan adil, sehingga pelaku diproses dan dihukum sesuai undang-undang yang berlaku,” ujarnya.
Isak tangis pun tak terbendung, saat ibu korban, Naomi Yusri menyaksikan langsung proses rekontruksi yang digelar. Naomi menyampaikan harapan agar pelaku memperoleh hukuman yang setimpal.
“Permintaan seorang ibu hanya ingin pelaku dihukum mati sesuai apa yang dialami anak saya,” ucapnya.
Rekonstruksi berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian serta disaksikan keluarga korban hingga selesai dengan kondusif. (*)







