GARVI.ID, BALIKPAPAN – Menjelang Tahun Baru Imlek 2026, pengurus Klenteng Guang De Miao (Satya Dharma) Balikpapan menggelar ritual tahunan berupa pembersihan patung dewa-dewi dan altar sembahyang.
Ketua Klenteng Guang De Miao, William Chandra, mengatakan tradisi cuci patung dilakukan sebagai simbol penyucian diri lahir dan batin sebelum memasuki tahun baru penanggalan Tionghoa.
“Setiap menjelang Imlek kami memandikan patung dewa-dewi sekaligus membersihkan altar. Tradisi ini rutin dilakukan untuk menyambut tahun baru,” ujar William, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, ritual tersebut memiliki makna meninggalkan hal-hal buruk maupun ketidakberuntungan sepanjang tahun sebelumnya. Melalui prosesi pembersihan, umat diharapkan memasuki tahun baru dengan hati lebih tenang, bersih, dan penuh harapan baik.
Ritual cuci patung biasanya dilaksanakan sekitar satu pekan sebelum perayaan Imlek. Proses pembersihan menggunakan air yang dicampur bunga dan dilakukan oleh para pengurus klenteng tanpa persyaratan khusus.
Di klenteng yang dikenal sebagai salah satu yang tertua di Balikpapan itu, terdapat 14 patung yang dibersihkan. Salah satu yang menjadi pusat penghormatan umat adalah Ta Pe Kong yang berada di bagian tengah altar.
“Ta Pe Kong menjadi yang utama. Dalam kepercayaan kami, posisinya seperti pemimpin atau ‘gubernur’ di wilayah ini,” kata William. (*)
