GARVI.ID, BALIKPAPAN – Menyambut datangnya bulan Ramadan, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud hadiri iring-iringan Ziarah Kubro ke makam sejumlah Habib sekaligus tokoh yang juga pendiri Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, Sabtu (2/3/2024).
Sebelum melakukan pawai ziarah, pada kesempatan itu Rahmad juga menandatangani batu prasasti sebagai tanda diresmikannya Ziara Kubro Ulama Balikpapan. Menurutnya, kegiatan ini dianggap sebagai tradisi keagamaan yang dapat menyuburkan semangat.
Iring-iringan itu dilakukan dengan berkumpul di depan Mall Balikpapan Trade Center (BTC) kemudian mereka secara bersama-sama berjalan kaki sambil bershalawat menuju Masjid At-Taqwa.
Rahmad mengungkapkan bahwa ziarah kubro merupakan simbol dari syiar Islam yang perlu dihargai serta dipelihara. Rahmad juga menegaskan bahwa penting menjaga kerukunan dan kedamaian kota, terutama ditengah-tengah perubahan yang sedang terjadi saat ini yakni pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kita perlu menjaga kota ini agar tetap aman dan nyaman, sehingga kita dapat menjalankan ibadah dengan hati yang bersih dan tenang,” kata Rahmad Mas’ud.
“Saya juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada kaum muslimin di Balikpapan, dan beserta keluarga, saya mengucapkan minal aidin wal faidzin, memohon maaf lahir dan batin, kita harus saling memaafkan, dan mudah-mudahan kita selalu mengisi bulan ramadan ini dengan nilai nilai ibadah dan memperbanyaknya,” sambungnya.
Sementara, Habib Hadi Bin Abdurahman Al-Haddad, Ketua Rabithah Alawiyah Balikpapan, juga memberikan pengarahan kepada para jamaah yang hadir. Ia menyampaikan bahwa ziarah kubro merupakan momen yang tepat untuk mengingat orang tua, ulama dan tokoh agama yang telah berjasa bagi masyarakat terutama bagi syiar agama Islam.
“Semoga Balikpapan semakin beriman dan bertakwa, serta senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya.
Diketahui, kegiatan ziarah kubro ini diikuti oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas), majelis, serta umat Islam di Balikpapan hingga warga dari berbagai daerah seperti Gerogot, Penajam, Samarinda, dan Tenggarong. Mereka berkumpul dengan penuh semangat, menjalin silaturahmi dan mempererat persaudaraan dalam semangat Ramadan yang penuh berkah. (*)










