GARVI.ID, BALIKPAPAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan memastikan tidak akan menggelar razia atau sweeping besar-besaran selama Ramadan 1447 Hijriah/2026. Penegakan aturan tetap berjalan, namun dilakukan dengan pendekatan pembinaan dan dialog.
Kepala Satpol PP Balikpapan, Boedi Liliono, menegaskan pola pengamanan selama Ramadan tidak jauh berbeda dari hari biasa. Seluruh personel tetap bertugas sesuai standar operasional prosedur dan mengacu pada regulasi Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kami tidak merencanakan sweeping selama Ramadan. Kalau ada pelanggaran, langkah awal adalah pembinaan. Pendekatannya dialogis dan persuasif, bukan represif,” kata Boedi, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Balikpapan agar suasana Ramadan tetap kondusif. Menurutnya, bulan suci harus menjadi momentum memperkuat toleransi dan saling menghormati, bukan memicu gesekan akibat penertiban yang berlebihan.
Meski tanpa razia massal, fungsi pengawasan tetap dilakukan. Satpol PP akan memantau aktivitas masyarakat, termasuk operasional tempat hiburan dan usaha tertentu yang jam operasionalnya dibatasi selama Ramadan.
“Ketentuannya sudah jelas dan sudah kami sosialisasikan melalui surat edaran resmi. Kami harap para pelaku usaha mematuhi aturan demi menjaga ketertiban bersama,” tegasnya.
Boedi menyebut, pemberitahuan telah disampaikan lebih awal agar tidak terjadi kesalahpahaman saat Ramadan berlangsung. Komunikasi dengan pelaku usaha dan masyarakat terus dibangun untuk memastikan aturan dipahami bersama.
Sebagai langkah preventif, Satpol PP juga meningkatkan patroli rutin di sejumlah titik strategis. Namun patroli dilakukan secara terukur dan profesional, bukan dalam bentuk sweeping.
“Kami tetap turun ke lapangan, tapi sifatnya pemantauan. Tujuannya membangun kesadaran, bukan menakut-nakuti,” ujarnya.
Meski mengedepankan pembinaan, Boedi memastikan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran berulang yang mengabaikan peringatan.
“Kalau sudah diingatkan berkali-kali tapi tetap melanggar, tentu ada tindakan sesuai aturan. Namun yang utama tetap kesadaran bersama,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga suasana Ramadan tetap aman dan tertib. Dengan sinergi antara aparat, pelaku usaha, dan warga, Balikpapan diharapkan tetap kondusif sepanjang bulan suci.
“Ramadan ini bulan yang penuh berkah. Mari kita saling menghormati dan menjaga ketertiban agar kota ini tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)










