Sidak Jelang Ramadan–Idulfitri, Disperindagkop Kaltim Periksa Pasar di Balikpapan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadan dan Idulfitri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan modern di Kota Balikpapan, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan ini melibatkan lintas instansi dalam Tim Pengawasan Terpadu yang rutin diterjunkan setiap menjelang Ramadan, Lebaran, serta Natal dan Tahun Baru untuk memastikan perlindungan konsumen.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga Disperindagkop UKM Kaltim, Muhammad Gojali Rahman, mengatakan sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dengan menyasar pasar tradisional maupun modern.

“Tim ini memang dibentuk untuk menghadapi momen HBKN. Hari ini kami menyisir pasar tradisional dan modern di Balikpapan secara mendadak,” ujarnya.

Pemeriksaan di pasar tradisional dilakukan di Pasar Sepinggan dan Pasar Baru. Sementara itu, pengawasan pasar modern mencakup pusat perbelanjaan di kawasan Klandasan, Hypermart, hingga Pentacity.

Personel dibagi menjadi dua tim agar proses pemeriksaan berjalan lebih efektif.

Gojali menjelaskan, pengawasan difokuskan pada kelengkapan label produk, standar SNI, kondisi kemasan, masa edar, serta legalitas barang yang dijual kepada masyarakat.

“Jika ditemukan pelanggaran, instansi terkait akan menindaklanjuti sesuai kewenangannya,” katanya.

Ia menegaskan, sidak ini bertujuan memberi rasa aman kepada masyarakat sebagai konsumen, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Kami ingin memastikan produk yang beredar aman dan sesuai aturan, terutama menjelang hari besar keagamaan,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Disperindagkop UKM Kaltim bekerja sama dengan BPOM, Dinas Kesehatan, instansi perdagangan dan perizinan, serta kepolisian.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang mencakup berbagai daerah, pengawasan tahun ini difokuskan di Balikpapan karena keterbatasan anggaran.

“Untuk efisiensi, lokus pengawasan tahun ini hanya di Kota Balikpapan,” tutup Gojali. (/*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *