Strategi Dinas Pertanian PPU Hadapi Masa Tanam Kedua

GARVI.ID, PPU – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempersiapkan Masa Tanam (MT) kedua dengan serangkaian strategi yang dirancang untuk mengatasi tantangan yang sering mengganggu sektor pertanian. Langkah-langkah ini meliputi antisipasi terhadap perubahan cuaca, mitigasi hama, serta penanganan masalah keasaman tanah. Meskipun sudah terencana, evaluasi mendalam tetap diperlukan untuk menilai efektivitas dan dampaknya terhadap produktivitas pertanian di wilayah ini.

Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa persiapan untuk MT II telah melibatkan proses sosialisasi dan mitigasi yang komprehensif. “Kami melakukan mitigasi dari pra-tanam hingga panen untuk memastikan semua aspek pertanian diperhatikan,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (17/9/2024).

Antisipasi terhadap perubahan cuaca menjadi salah satu fokus utama. Dinas Pertanian menugaskan satu penyuluh untuk setiap kelurahan dan desa guna memberikan bimbingan langsung kepada petani. “Kami berkoordinasi intensif dengan penyuluh dan petani di lapangan, agar mereka dapat mengadopsi praktik pertanian yang lebih baik,” tambah Andi.

Dalam menghadapi tantangan hama, Dinas Pertanian PPU menjalin kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemkab PPU. “Upaya kolaboratif ini penting untuk mengurangi kerugian akibat hama. Antisipasi kami sudah menyeluruh, namun pemantauan tetap menjadi kunci utama dalam strategi kami,” jelasnya.

Masalah keasaman tanah yang kerap muncul di wilayah PPU juga mendapat perhatian serius. Dinas Pertanian telah memberikan bantuan kapur dan anti-asam untuk mengatasi permasalahan ini. “Meskipun langkah ini positif, dampaknya harus dievaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan bantuan tersebut benar-benar efektif,” kata Andi.

Secara keseluruhan, Dinas Pertanian PPU berkomitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian melalui langkah-langkah yang sistematis dan terarah. Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian di wilayah ini dapat tumbuh dan berkembang meskipun menghadapi berbagai tantangan. (Adv/PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *