GARVI.ID, BALIKPAPAN- Kepala UPTD Puskesmas Sumber Rejo, dr. Ummi Sartika, menceritakan bahwa masa transisi menuju pelayanan digital tidak sepenuhnya berjalan mulus. Tantangan terbesar terjadi pada bagian loket, terutama bagi petugas yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan komputer.
“Pada awal penerapan E-Puskesmas, bagian loket menjadi kendala utama. Beberapa petugas usianya tidak lagi muda, jadi adaptasinya memang lebih lambat,” ungkap dr. Ummi.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan teknologi setiap petugas berbeda-beda, sehingga membutuhkan pendampingan intensif.
Meski demikian, proses transisi berjalan lebih cepat karena dukungan tenaga internal yang memahami teknologi informasi.
“Kami punya teman-teman di bagian IT yang terus mengajari dan mendampingi. Pelan-pelan mereka akhirnya bisa mengerti cara menggunakan komputer dan mengoperasikan sistem,” jelasnya, Jumat (20/11/2025).
Sementara itu, bagian pemeriksaan—khususnya klaster ibu dan anak—dinilai lebih mudah beradaptasi karena mayoritas petugasnya masih berusia muda dan sudah akrab dengan perangkat digital. Para dokter dan perawat juga cepat memahami alur kerja aplikasi E-Puskesmas. Hal yang sama terjadi di bagian apotek, yang kini telah sepenuhnya mengoperasikan layanan digital tanpa hambatan berarti.
Menurut dr. Ummi, tantangan tersebut hanya dirasakan pada tahap awal. Kini seluruh unit layanan di Puskesmas Sumber Rejo sudah dapat menjalankan sistem digital dengan lancar.
“Sekarang semuanya sudah berjalan baik. Kendalanya hanya di awal saja,” tegasnya.
Transisi yang berhasil ini menjadi bagian penting dari perjalanan digitalisasi Puskesmas Sumber Rejo, yang kini menjadi salah satu fasilitas kesehatan paling siap menerapkan layanan paperless di Balikpapan. (Adv/Puskemas/Bpp)
