Upacara HUT ke-81 RI di IKN Berlangsung Khidmat, Basuki Tegaskan Pembangunan Nusantara Inklusif

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nusantara, Senin (17/8/2026).

Upacara yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut berlangsung khidmat. Kepala OIKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., bertindak sebagai inspektur upacara.

Komandan Upacara dipercayakan kepada Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim Kombes Pol. Hendrik Hermawan, S.I.K. Sementara Perwira Upacara dijabat Brigjen Pol. Fransiscus Barung Mangera, S.I.K.

Pengibaran Sang Saka Merah Putih dilakukan oleh tiga anggota Paskibra Otorita IKN yang sebelumnya telah dikukuhkan pada Jumat (14/8/2026). Mereka yakni Nur Raffi Mauludy dari SMA 1 Tenggarong, Faiz Haziq Akbar dari MAN 2 Kukar, dan Adji Taufik Rahman dari SMA 1 Kenohan.

Prosesi pengibaran berlangsung diiringi Korps Musik Brimob Polda Kaltim dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sejumlah pejabat turut mendapat tugas dalam rangkaian upacara. Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Kalimantan Timur, Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N., membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Selanjutnya, Naskah Pancasila dibacakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P., sedangkan Pembukaan UUD 1945 dibacakan Staf Khusus Keselamatan Publik OIKN, Brigjen Pol. Edgar Diponegoro, S.I.K., M.H.

Doa menjadi bagian penutup rangkaian upacara yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara, K.H. Abdul Hanan.

Usai upacara, Basuki menegaskan pembangunan Nusantara harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kelompok masyarakat memiliki ruang dan kesempatan yang sama.

“Pembangunan Nusantara harus inklusif. Masyarakat adat, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan seluruh lapisan masyarakat harus menjadi bagian dari pembangunan,” kata Basuki.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026).

Ia mengatakan momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan kepedulian antarsesama, termasuk terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ikut berduka atas musibah yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan masyarakat yang terdampak dapat segera bangkit dan pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Raffi Mauludy menyebut kesempatan menjadi bagian dari Paskibra Otorita IKN sebagai pengalaman yang membanggakan. Ia menilai pengibaran Merah Putih di Nusantara menjadi momentum penting bagi generasi muda Kalimantan Timur.

“Bisa menjadi bagian dari sejarah pengibaran Merah Putih di Nusantara merupakan kehormatan bagi kami. Ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda daerah untuk terus berkontribusi bagi Indonesia,” kata Raffi.

Setelah upacara pengibaran bendera, kegiatan dilanjutkan dengan Kesenian Rakyat Dalam Kebersamaan Kemerdekaan dan atraksi Budaya Nusantara.

Sejumlah pertunjukan ditampilkan, mulai dari tari etnis, atraksi Kolone Senapan Brimob Polda Kaltim, Paduan Suara OIKN, hingga kolaborasi angklung Svara Mandiri bersama peserta dan tamu undangan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperkuat pesan kebersamaan dalam pembangunan Nusantara. (/*)