GARVI.ID, BALIKPAPAN – Setelah sukses menggelar Balikpapan (BPN) Fest 2025, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disporapar) mulai melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan event akbar yang berlangsung pada 6–9 November 2025 di BSCC Dome.
Kepala Disporapar Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pelaksanaan tahun ini mencatat hasil positif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun antusiasme masyarakat.
“Kalau dilihat dari data awal, jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan. Di hari penampilan Dewa 19 saja hampir mencapai 40 ribu orang. Kalau digabung dengan hari-hari lainnya dan peserta kegiatan yang sekitar 1.300 orang, totalnya tentu jauh lebih besar,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Ratih menyebut pihaknya masih menunggu hasil rekapitulasi akhir dari panitia untuk mengetahui secara pasti jumlah pengunjung dan nilai ekonomi yang dihasilkan selama empat hari kegiatan.
“Untuk evaluasinya kami masih menunggu data final. Tapi dari pantauan sementara, antusiasme masyarakat sangat luar biasa,” tambahnya.
Selain melakukan evaluasi pasca acara, Disporapar kini juga bersiap menghadapi tahap kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dijadwalkan berlangsung 15 November mendatang. Tahun ini, Balikpapan mengusung tema “Pesisir Nusantara” yang menggambarkan karakter masyarakat pesisir dan kekayaan budaya khas Kota Minyak.
“Tahun lalu temanya Harmoni Nusantara, menonjolkan keberagaman suku dan budaya. Tahun ini kami ingin lebih spesifik, menampilkan sisi pesisir, pelabuhan, laut, dan kolaborasi budaya dengan daerah sekitar seperti Paser dan Penajam Paser Utara,” jelasnya.
Ratih optimistis, keberhasilan pelaksanaan BPN Fest 2025 serta kekuatan tema lokal yang diusung dapat menjadi nilai tambah bagi Balikpapan untuk kembali masuk dalam jajaran event unggulan nasional di bawah program KEN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Harapannya, capaian positif dari BPN Fest tahun ini bisa membawa Balikpapan kembali masuk daftar KEN. Karena event ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana promosi potensi ekonomi kreatif dan budaya lokal,” pungkasnya. (Adv/Disporapar/Bpp)







