Wakil Ketua DPRD Balikpapan Minta KSOP Tertibkan Bongkar Muat Batu Bara di Teluk Balikpapan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono menyoroti aktivitas ship to ship atau bongkar muat batu bara antar kapal di Teluk Balikpapan yang dinilai berpotensi mencemari laut. Ia meminta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memperketat pengawasan agar ceceran batu bara tidak merusak ekosistem laut.

Menurut Budiono, KSOP adalah pihak yang memahami dan memiliki kewenangan penuh dalam mengatur jalur pelayaran serta memastikan kapal beroperasi sesuai aturan. “KSOP yang lebih paham mana yang melanggar, termasuk soal muatan. Harapannya, ceceran batu bara di Teluk Balikpapan bisa ditertibkan, sehingga terumbu karang bisa hidup, ikan banyak, dan nelayan sejahtera,” ujarnya, Senin (11/8/2025).

Ia mengingatkan, muatan tongkang batu bara yang berlebihan sangat berisiko. “Kalau muatan berlebihan, saat kapal terkena ombak, bisa tumpah ke laut. Batu bara yang tumpah itu bisa mematikan terumbu karang,” tegasnya.

Budiono menilai, kerusakan terumbu karang bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada ekonomi pesisir. “Kalau terumbu karang mati, populasi ikan menurun. Nelayan kita akan kesulitan mendapatkan hasil tangkapan. Ini bukan sekadar soal estetika laut, tapi soal perut dan kesejahteraan warga pesisir,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan komitmen DPRD Balikpapan untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi nelayan. “Keluhan nelayan ini sudah banyak diberitakan. Kami akan menyuarakannya ke tingkat lebih tinggi, baik provinsi maupun pusat,” ucap Budiono.

Ia mengapresiasi nelayan yang telah berani menyampaikan keluhan, dan meminta pemerintah daerah hingga pusat untuk merespons cepat. “Kemarin nelayan sudah menyampaikan keluhannya. Banyak media sudah menulisnya. Kami pastinya akan ikut memperjuangkannya,” tandasnya.

Budiono menambahkan, menjaga Teluk Balikpapan dari pencemaran harus menjadi kepentingan bersama, bukan hanya tanggung jawab satu instansi. “Kalau laut kita sehat, terumbu karang terjaga, ikan melimpah, otomatis nelayan akan sejahtera. Semua pihak harus bergerak,” tutupnya. (Adv/DPRD/BPP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *