Wali Kota Balikpapan Resmikan Dekranasda dan UKM Center di Bandara SAMS Balikpapan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kini telah memiliki gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Gerai yang diresmikan langsung Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud ini berada di Gate 9 Terminal Keberangkatan.

Digerai ini, berbagai produk dipajang untuk diperjualbelikan sebagai cendera mata atau oleh-oleh bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan maskapai penerbanga. Produk yang dipanjang mulai dari dari cemila hingga kerajinan tangan atau kriya seperti kain batik khas Balikpapan.

Ketua Dekranasda Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad mengunkapkan keinginannya agar produk-produk UMKM semakin berkualitas dan memiliki kemasan yang menarik agar semakin dikenal luas di seluruh Indonesia.

“Kita berharap produk UMKM juga terbang ke angkasa agar tambah dikenal diseluruh Indonesia,” kata Hj Nurlena Rahmad, Senin (26/2/2024).

Nantinya, Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian yang akan mengelola gerai Dekranasda dan UKM Center Balikpapan. “Pelaku UMKM hanya menitipkan barangnya di galeri Dekranasda Bandara,” ucapnya.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, gerai Dekranasda dan UKM Center tersebut merupakan inisiatif dari Dekranasda Balikpapan.

“Inisiatornya Ibu Dekranasda (Hj Nurlena) bersama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian. Keberadaannya untuk memajukan serta memfasilitasi para pelaku UMKM,” kata Rahmad Mas’ud.

Pembukaan gerai tersebut juga merupakan atas kerja sama dengan PT Angkasa Pura I Cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. “Alhamdulillah Angkasa Pura I memberikan diskon yang cukup besar,” ujarnya.

Nantinya, sistem yang diberlakukan di gerai Dekranasda dan UKM Center Balikpapan adalah konsinyasi, pelaku UMKM menitipkan produknya untuk dipajang dan dijual. “Berapa yang laku nanti, itu yang akan dibayarkan,” imbuhnya.

Produk-produk yang terjual pun nantinya akan terdata langsung melalui aplikasi digital. Sehingga pelaku UMKM tak perlu menelpon langsung untuk mengetahui beberapa yang terjual.

“Sudah diketahui melalui aplikasi. Bahwa barangnya tersisa sekian, jadi segera dikirim. Luar biasa ini,” tutup Rahmad. (*)