GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengungkapkan rasa duka mendalam atas bencana banjir yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang terus-menerus, membuat air dari Sungai Long Apari dan Sungai Boh meluap, menggenangi permukiman warga. Sejak Senin (13/5/2024), banjir telah merendam 35 dari 50 kampung di Mahakam Ulu.
“Saya, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Balikpapan, mengucapkan belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang menimpa saudara-saudara kita di Mahakam Ulu. Semoga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Rahmad Mas’ud saat menghadiri acara makan gratis di kawasan Pasar Segar, Balikpapan Selatan, Jumat (17/5/2024).
Rahmad juga menyatakan bahwa Pemkot Balikpapan akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana tersebut. Ia mengajak seluruh warga Balikpapan untuk turut serta membantu para korban. “Saya mengajak warga Balikpapan yang peduli untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu saudara-saudara kita di Mahakam Ulu,” ajaknya.
Bencana banjir di Kabupaten Mahakam Ulu disebabkan oleh intensitas hujan yang sangat tinggi, membuat air dari Sungai Long Apari dan Sungai Boh melimpas ke permukiman warga. Ketinggian air banjir bahkan mencapai atap rumah, memaksa banyak warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Sekecil apapun bantuan kita, akan sangat berarti bagi mereka yang terdampak musibah,” tambahnya.
Pemkot Balikpapan sedang mempertimbangkan berbagai cara untuk menyalurkan bantuan secara efektif. “Kami sedang mempertimbangkan apakah perlu membangun posko atau menggunakan media sosial. Media juga bisa menjadi bagian dari posko, mengakomodir bantuan dari kerabat, pengusaha, dan organisasi,” lanjut Rahmad.
Ia berharap bantuan yang diberikan oleh warga dan berbagai pihak dapat meringankan beban para korban banjir di Mahakam Ulu. Rahmad juga menekankan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana. “Kami sangat berharap bantuan dari berbagai pihak dapat segera disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan,” tutupnya.
Banjir besar di Mahakam Ulu merupakan salah satu bencana alam terparah di Kalimantan dalam beberapa tahun terakhir. Hujan deras yang menyebabkan sungai-sungai utama meluap telah merusak banyak infrastruktur dan memaksa ratusan warga mengungsi. (*)







