GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Jati mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap Tuberkulosis (TBC) dan penyakit tidak menular. Tahun ini, 20 kasus TBC terdeteksi di beberapa RT wilayah Karang Jati.
“TBC bisa muncul di mana saja. Deteksi dini sangat penting agar pasien tidak menularkan penyakit ke lingkungan sekitar,” kata dr. Niken Dayu Anggraini, Kepala Puskesmas Karang Jati, Sabtu (22/11/2025).
Puskesmas menghimbau warga yang mengalami batuk lebih dari satu minggu segera memeriksakan dahaknya. “Jangan menunggu lama. Pemeriksaan cepat akan membantu pengobatan lebih efektif dan menekan penularan,” tambah dr. Niken.
Selain TBC, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga menjadi perhatian. Hingga triwulan ketiga tahun ini, capaian indikator pelayanan minimal mendekati target, namun cakupan penemuan pasien TBC baru mencapai 70 persen.
Puskesmas Karang Jati menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi warga, mulai dari bayi hingga lansia. “Kami mengimbau warga untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis, termasuk bagi mereka yang batuk lama. Penanganan cepat akan mengurangi risiko penularan dan komplikasi penyakit,” ujar dr. Niken.
Selain layanan fisik, Puskesmas juga melakukan pemantauan melalui mobile JKN untuk mempermudah pendaftaran dan antrean secara online. Dengan ini, warga bisa mendapatkan layanan kesehatan lebih cepat tanpa harus menunggu di loket.
Puskesmas menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan berkala, penyakit menular maupun tidak menular dapat diantisipasi lebih awal.
“Partisipasi aktif masyarakat sangat membantu kami dalam menekan penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan warga Karang Jati,” tutup dr. Niken. (Adv/Puskesmas/Bpp)













