GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, menghadiri pembukaan Workshop KaTa Kreatif bertajuk “Wisata Budaya Suku Paser Balik Balikpapan” yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada 24–25 November 2025, mulai pukul 09.30 Wita hingga selesai, bertempat di Hotel Novotel Balikpapan. Workshop ini menghadirkan tokoh budaya Suku Paser Balik, Totok, sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Ratih Kusuma mengapresiasi terselenggaranya workshop yang melibatkan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Balikpapan. Ia menekankan pentingnya mengenal dan mengembangkan wisata budaya lokal secara nyata. “Mengenal lebih jauh wisata budaya Suku Paser Balik bukan hanya soal menaruh perhatian, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam bidang budaya dan kesenian. Balikpapan telah ditetapkan sebagai kota kreatif sejak 2019, dan ini menjadi momentum penting bagi pengembangan budaya lokal,” ujarnya.
Workshop ini dirancang sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi bagi para pelaku kreatif untuk menggali potensi budaya daerah, sekaligus menciptakan konten yang relevan dengan era digital. Peserta workshop diberikan materi tentang cara menyusun narasi budaya yang menarik, mengemas cerita lokal menjadi konten kreatif, hingga strategi promosi melalui media digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya daerah. “Melalui pengembangan narasi dan konten kreatif yang relevan dengan era digital, kita dapat mempromosikan warisan budaya Paser sekaligus mendorong ide-ide segar serta karya-karya berkualitas yang memperkuat karakter budaya di Balikpapan maupun Kalimantan Timur,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara pelaku kreatif, pemerhati budaya, dan pemerintah daerah, sehingga warisan budaya tidak hanya diketahui masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi kreatif yang bernilai ekonomi. Selain itu, workshop diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan budaya lokal, sekaligus menghadirkan karya-karya yang bisa dinikmati masyarakat luas maupun wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan. (Adv/Disporapar/Bpp)










