GARVI.ID, BALIKPAPAN – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Balikpapan diharapkan dapat memainkan peran krusial dalam mendorong perkembangan wirausaha muda di kota ini.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, turut memberikan pesan berharga kepada BPC HIPMI Balikpapan, mengingat pentingnya peran mereka dalam mendukung pengusaha muda. “Badai dan petir harus dilewati untuk menghadirkan pelangi. Tentu dari proses tersebut pasti ada pengorbanan jatuh bangun. Saya aku yakin tidak ada satupun di dunia ini orang yang berhasil tidak pernah melalui proses yang namanya jatuh,” buka Rahmad Mas’ud, Senin (19/8/2024).
“Yang namanya pedagang pasti pernah rugi, yang penting jangan bangkrut. Karena kalau bangkrut akan hilang harapan untuk menuju kesuksesan,” sambungnya.
Ia juga meminta BPC HIPMI Balikpapan untuk bergandeng tangan tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder di Balikpapan.Rahmad Mas’ud menekankan bahwa dua kunci sukses sebagai pengusaha adalah keberanian dan doa. Dirinya pun memberikan contoh seperti operasional Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) yang bermana Balikpapan City Trans (BCT).
“Saya pikir kalau kemarin itu Bus SAUM belum jalan, relatif angkot sudah sesuai dengan yang kita lakukan kajian, kemudian ada subsidi terkait dengan angkutan kota, saya pikir para sopir itu bisa menerima,” ungkapnya.
Ia berharap BPC HIPMI dapat berkolaborasi tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan wirausaha muda. “Sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kota,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Umum BPC Hipmi Balikpapan, Adam Dustin Bhakti, menguraikan bahwa program pertama adalah Edukasi Kewirausahaan. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan kewirausahaan di kalangan pelajar dan mahasiswa, serta pengusaha pemula.
“Kami berencana menyentuh hingga tingkat SMA/SMK untuk memberikan wawasan yang diperlukan agar mereka siap berkontribusi pada masa depan ekonomi Indonesia,” jelas Adam dengan harapan dapat menjadi bekal generasi muda dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia bisnis.
Program kedua adalah Penguatan Relasi, yang bertujuan untuk membangun kemitraan strategis dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kolaborasi ini, Hipmi Balikpapan berharap dapat mengimplementasikan ide dan rencana yang mendukung pengembangan kewirausahaan di kota ini.
“Kami ingin menjadi mitra strategis dalam mewujudkan gagasan dan rencana yang dapat memberikan manfaat bagi ekosistem bisnis Balikpapan,” ungkap Adam.
Program ketiga adalah Aksi Nyata, yang fokus pada monitoring dan strategi untuk meningkatkan daya saing UMKM dan wirausaha muda di Balikpapan. Terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kita harus memastikan bahwa pengusaha muda memiliki strategi dan dukungan yang memadai untuk bersaing di pasar yang kompetitif,” tambahnya. (Adv/Diskominfo)







