GARVI.ID, BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan tengah mempersiapkan penguatan sarana dan prasarana kebencanaan dengan rencana penambahan pos di wilayah utara dan timur kota.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan rencana tersebut telah dibahas, namun masih menunggu proses penetapan lokasi dan ketersediaan anggaran dari pemerintah daerah.
“Sudah dibahas, tetapi masih menunggu proses penetapan lokasi dan kelanjutan anggaran. Saat ini kita masih menunggu arahan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah titik yang direncanakan untuk pembangunan pos kebencanaan berada di kawasan Kariangau untuk wilayah utara, serta Gunung Tembak di wilayah timur Balikpapan.
Menurutnya, pembangunan pos tersebut tidak hanya mencakup bangunan fisik, tetapi juga kelengkapan sarana operasional seperti kendaraan, ruang operator, serta personel siaga.
“Pos yang dibangun tidak sederhana. Ada kantor, ruang operasional, sarana pendukung, hingga kendaraan dan petugas yang harus disiapkan,” jelasnya.
Namun demikian, Usman mengakui bahwa pelaksanaan program tersebut masih harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang dilakukan efisiensi.
Ia menegaskan, BPBD tetap mengikuti kebijakan pemerintah kota dan menunggu keputusan akhir terkait prioritas anggaran sebelum pembangunan dapat direalisasikan.
“Kami menyesuaikan dengan kondisi anggaran saat ini. Semua tetap menunggu keputusan pimpinan untuk tahap berikutnya,” katanya.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan penguatan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan bencana di Kota Balikpapan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur pendukung.
Dengan adanya rencana penguatan pos ini, BPBD berharap respon terhadap kejadian bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota.
Usman menambahkan, penguatan sistem kebencanaan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah perkotaan maupun pesisir. (Adv/Diskominfo/Bpp)







