Budiono Nilai Silaturahmi Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Penting untuk Menjaga Kondusifitas Kota

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Budiono, menilai ajang silaturahmi antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda memiliki arti penting bagi stabilitas sosial dan arah pembangunan kota.

Meski dialog lintas elemen tersebut sempat ditunda, Budiono menegaskan kegiatan seperti ini tidak boleh kehilangan makna, karena menjadi wadah strategis untuk membangun komunikasi dan menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya pikir ajang silaturahmi Forkopimda dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama ini penting sekali, walaupun dialognya ditunda. Ini menjadi modal penting bagi arah pembangunan Kota Balikpapan ke depan,” ujar Budiono saat ditemui usai kegiatan, Selasa (21/10/2025).

Menurutnya, pembangunan yang baik harus melibatkan semua pihak, terutama para tokoh masyarakat yang memahami kondisi sosial di lapangan. Dengan mendengarkan berbagai pandangan dari mereka, pemerintah dapat lebih cepat mendeteksi persoalan yang muncul di tengah warga.

“Kita harus mendengar semua stakeholder, termasuk tokoh pemuda dan tokoh agama. Dari mereka, pemerintah bisa tahu apa saja kendala yang dihadapi masyarakat. Kalau ada masalah, kita bisa langsung memanggil tokohnya untuk berdiskusi,” jelasnya.

Budiono menilai pola komunikasi yang terbuka seperti ini akan memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan bahwa upaya menjaga kondusifitas tidak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi juga partisipasi aktif warga dalam menjaga ketertiban dan persatuan.

“Masukan dari para tokoh itu sangat penting untuk menjaga kondusifitas kota. Kita ingin Balikpapan tetap aman, nyaman, dan damai, karena itulah modal utama untuk melanjutkan pembangunan,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Ia pun berharap kegiatan silaturahmi lintas elemen dapat rutin digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi sosial dan mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat.

“Semakin sering kita berdialog, semakin kuat pula rasa saling percaya antara pemerintah dan masyarakat,” tutup Budiono. (Adv/DPRD/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *