GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan Kota Balikpapan melakukan penyesuaian jam belajar selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini mengacu pada surat edaran bersama sejumlah kementerian terkait pengaturan kegiatan belajar mengajar di bulan puasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan pihaknya mengikuti edaran bersama dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PAN-RB, Kemendagri, serta Kementerian Agama.
“Pertama kita mengikuti surat edaran bersama. Di situ diatur tentang kebijakan masuk sekolah dan libur sekolah. Selain itu juga diatur tentang apa yang harus dilakukan sekolah dalam pemberian pembelajaran,” ujar Irfan ditemui di kantornya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, salah satu poin utama dalam kebijakan tersebut adalah penyesuaian jam belajar. Sekolah diminta menyesuaikan durasi pembelajaran agar tetap efektif tanpa membebani siswa yang menjalankan ibadah puasa.
“Melakukan penyesuaian jam belajar tentu. Kemudian mengikuti kegiatan-kegiatan Ramadan. Jadi sekolah mengatur bagaimana pengaturan terkait kegiatan Ramadan di sekolahnya masing-masing,” katanya.
Menurut Irfan, kegiatan Ramadan di sekolah dapat berupa Pesantren Ramadan, pengajian, tausiyah, hingga kegiatan ibadah yang melibatkan siswa secara aktif. Namun, pelaksanaannya diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah.
Ia menegaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap memperhatikan aspek inklusivitas. Siswa non-Muslim tetap difasilitasi menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
“Non-Muslim beribadah sesuai dengan keyakinannya. Di beberapa sekolah ada Pesantren Ramadan dengan guru agama Islam, ada juga kegiatan yang dilakukan saudara-saudara kita yang non-Muslim dengan ibadahnya di sekolah,” jelasnya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, setiap sekolah diwajibkan membuat laporan pelaksanaan selama Ramadan. Laporan tersebut menjadi dasar monitoring Dinas Pendidikan.
“Semua ada laporan. Masing-masing sekolah membuat laporan terkait kegiatan yang dilaksanakan,” tambahnya.
Dengan kebijakan ini, Disdik Balikpapan berharap kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal selama Ramadan, sekaligus menjadi momentum pembentukan karakter siswa melalui kegiatan keagamaan yang positif dan toleran. (Adv/Diskominfo/Bpp)







