Datang Minta Penjelasan, Yosep Justru Terlibat Cekcok di Polresta

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Kasus dugaan kriminalisasi yang dialami seorang warga bernama Yosep B Martua di Polresta Balikpapan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Peristiwa itu bermula saat Yosep mendatangi kantor polisi untuk mempertanyakan penghentian penyelidikan (SP3) atas laporan dugaan penipuan yang ia dampingi.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (15/4/2026). Saat itu, Yosep bersama sejumlah rekannya datang untuk meminta kejelasan terkait perkembangan kasus. Namun situasi memanas ketika salah satu perwira polisi berinisial F diduga mengusir rekan Yosep yang sedang merekam.

Yosep mengaku berusaha menahan tindakan tersebut agar penjelasan bisa disampaikan secara terbuka. Namun, aksi saling dorong tak terhindarkan.

“Saya hanya ingin bertanya di depan kamera supaya jelas. Tapi teman saya malah diusir, dan saya ditendang serta dipukul di kepala,” kata Yosep, Sabtu (18/4/2026). 

Ia menilai penghentian kasus yang dilaporkan sejak 2022 itu janggal. Menurutnya, sejumlah saksi sudah memberikan keterangan yang menguatkan dugaan penipuan terkait jual beli tanah.

“Alasannya bukti tidak cukup, padahal saksi sudah lebih dari satu dan keterangannya sama. Ini yang membuat kami curiga,” ujarnya.

Yosep juga mengaku kecewa karena upaya komunikasi dengan penyidik tidak mendapat respons. Ia bahkan menduga ada perlakuan tidak adil dalam penanganan perkara tersebut.

“Kami sudah menunggu bertahun-tahun, tapi tidak ada kejelasan. Ujungnya malah di-SP3,” katanya.

Yosep juga mengungkapkan bahwa, dirinya tak sedikitpun memiliki niatan untuk mencari keributan di Polresta Balikpapan. 

“Bukan ada niat kita ke situ mau ribut atau mau ngapain. Kita sangat menghargai kepolisian,” ungkap Yosep. 

Sementara itu, pihak kepolisian membantah tudingan tersebut. Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan bahwa penanganan perkara telah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Menurutnya, video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kejadian secara utuh.

“Yang disampaikan di media hanya sebagian kecil dari rangkaian peristiwa. Kami sudah melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga menilai kedatangan Yosep dan rekannya ke kantor polisi diduga bukan semata untuk mencari informasi, melainkan memiliki tujuan lain.

“Kami mengindikasikan ada upaya membentuk opini yang mendiskreditkan kepolisian,” katanya.

Meski demikian, pihaknya memastikan tetap terbuka terhadap kritik dari masyarakat. Ia juga mengimbau publik agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa melihat konteks secara menyeluruh.

“Kami menerima kritik, tetapi harus disampaikan dengan cara yang baik agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat,” tutupnya. (/ba)