Debat Perdana Calon Wali Kota Balikpapan Digelar 23 Oktober, Disiarkan ke Publik Melalui TV dan Videotron

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan menjadwalkan tiga kali debat publik bagi pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Pilkada 2024. Debat perdana akan digelar pada 23 Oktober 2024 di Hotel Novotel Balikpapan dan disiarkan langsung melalui stasiun televisi lokal serta layar videotron.

Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Balikpapan, Suhardy, menjelaskan bahwa debat ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada paslon memaparkan visi, misi, dan program kerja secara langsung kepada masyarakat.

“Debat ini menjadi salah satu cara bagi calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyampaikan program kerja mereka kepada publik, agar masyarakat dapat lebih memahami visi dan misi setiap paslon,” ujar Suhardy dalam konferensi pers pada Selasa (22/10/2024).

KPU Balikpapan telah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan untuk menyediakan fasilitas tayangan debat melalui videotron di Taman Bekapai. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas akses bagi masyarakat yang tidak bisa menyaksikan langsung debat di lokasi acara.

“Melalui videotron di Taman Bekapai dan siaran televisi, kami berharap masyarakat yang tidak dapat hadir langsung tetap bisa mengikuti debat ini,” jelas Suhardy.

Debat pertama akan berlangsung selama sekitar 120 menit dan akan menampilkan sesi pemaparan visi misi, diskusi program, serta tanya jawab antar-paslon. KPU Balikpapan berharap rangkaian debat ini menjadi sarana bagi warga Balikpapan untuk lebih mengenal calon pemimpin yang akan mereka pilih.

“Semoga dengan adanya debat publik ini, masyarakat bisa lebih memahami program kerja yang ditawarkan oleh masing-masing calon, sehingga dapat menentukan pilihan dengan lebih bijak pada hari pemungutan suara nanti,” tambahnya.

KPU Balikpapan juga akan menayangkan ulang siaran debat di platform digital seperti kanal YouTube resmi KPU agar informasi dapat tersampaikan secara luas.

Suhardy menutup penjelasannya dengan optimisme bahwa debat publik ini akan memberi nilai tambah dalam proses demokrasi di Balikpapan. “Kami ingin debat ini benar-benar membantu masyarakat mendapatkan informasi yang komprehensif tentang setiap pasangan calon,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *